Bupati Bangkalan Cerita ke Mahfud Md Santri 3 Pesantren Kabur saat Mau Tes Swab

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan melakukan tes Antigen kepada penumpang kapal saat penyekatan di Dermaga Penyeberangan Ujung (Surabaya)-Kamal (Madura), Surabaya, Jawa Timur, Jumat 11 Juni 2021. Penyekatan dengan dilakukan tes Antigen bagi penumpang kapal dari Pulau Madura itu untuk menelusuri penyebaran COVID-19, menyusul meningkatnya kasus COVID-19 di Bangkalan, Madura. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    Petugas kesehatan melakukan tes Antigen kepada penumpang kapal saat penyekatan di Dermaga Penyeberangan Ujung (Surabaya)-Kamal (Madura), Surabaya, Jawa Timur, Jumat 11 Juni 2021. Penyekatan dengan dilakukan tes Antigen bagi penumpang kapal dari Pulau Madura itu untuk menelusuri penyebaran COVID-19, menyusul meningkatnya kasus COVID-19 di Bangkalan, Madura. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengeluhkan kondisi masyarakat di wilayahnya yang sebagian besar sulit diajak bekerjasama menangani lonjakan kasus Covid-19 di daerah tersebut. Hal itu disampaikan kepada Menko Polhukam Mahfud Md dalam acara Silaturahmi dengan Alim Ulama dalam rangka Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Selasa, 15 Juni 2021.

    Abdul Latif menyebut, sebagian besar masyarakat tidak mau ke rumah sakit, namun setelah parah baru ke rumah sakit dan meninggal. Sehingga muncul kesimpulan, jangan ke rumah sakit karena pasti mati.

    “Sebagian besar tidak mau swab. Bahkan ada tiga pesantren yang mau diswab, satu pesantren gagal karena semua santrinya kabur,” ujar Abdul Latif dalam keterangan tertulis yang dibagikan Humas Kemenko Polhukam, Rabu, 16 Juni 2021.

    Menanggapi kondisi tersebut, Mahfud Md ingin menggunakan pendekatan lokal. Ia meminta bantuan para kiai untuk menyadarkan masyarakat, karena tokoh alim ulama itu yang paling menjadi panutan dan paling didengar dan dipatuhi masyarakat.

    “Jangan kita masih anggap Covid-19 itu main-main, lihat contoh kasus yang terjadi peningkatan dalam 24 jam di India. Indonesia juga saat ini sudah peringkat 18 dunia dan sampai saat ini sudah mencapai 1,9 juta kasus,” ujar Mahfud.

    Pemerintah, menurut Mahfud, bukan tidak berbuat apa-apa. Pemerintah melakukan kebijakan serta sudah berdialog dan meminta pendapat ulama seperti NU, Muhammadiyah dan MUI. “Namun masyarakat kita ini, apalagi di Bangkalan, kalau tokoh agama mencontohkan, dan bicara, mereka pasti ikut,” ujar Mahfud.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam acara itu berterimakasih kepada pemerintah pusat yang telah mempertemukan para pemangku kepentingan terkait penananganan Covid-19.

    "Karena lonjakan Covid di Bangkalan, terkoneksi langsung dengan Surabaya, antara lain karena Suramadu," ujarnya.

    Kasus aktif Covid-19 di Jatim saat ini sebanyak 2.731 kasus atau meningkat 80 persen sejak awal lebaran. Kasus aktif di Bangkalan sendiri melonjak menjadi terbanyak di Jatim saat ini sebanyak 451 kasus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.