TKW Hong Kong Tertipu: Aku Percaya, Suaranya Mirip Fadli Zon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penipuan

    Ilustrasi Penipuan

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjirah, tenaga kerja wanita asal Purworejo yang bekerja di Hong Kong, mengaku ditipu pria mirip Fadli Zon. Akibatnya, Banjirah mengalami kerugian total Rp 59 juta yang ditransfer pada Februari 2015. “Saya percaya itu Pak Fadli karena suaranya memang mirip sewaktu telepon saya. Dia sering menyebarkan foto dengan Pak Prabowo,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 20 Desember 2015.

    Komunikasi berawal dari Facebook. Banjirah berkenalan dengan pria bernama Herlambang, yang lantas memberikannya nomor orang yang mengaku Fadli Zon. Hingga akhirnya Banjirah ditawari pria yang mengaku Fadli membeli saham dengan syarat harus mentransfer sejumlah uang sebagai modal investasi dan diiming-imingi keuntungan hingga dua kali lipat dari modal awal.

    “Dia bilang ada saham bagus, saya transfer uang nanti dia yang urus,” ucapnya. Banjirah pun mentransfer dua kali ke nomor rekening yang diberikan. Transfer pertama Rp 34 juta dari Hong Kong dan transfer kedua senilai Rp 25 juta dilakukan dari Purworejo oleh anak Banjirah. Tapi hingga kini tak ada kejelasan terhadap uang yang dikirimnya setelah terakhir ia dijanjikan mendapatkan keuntungan di akhir Desember ini.

    “Dia selalu bilang, nanti kalau ditanya, terakhir bilang akhir bulan ini, tapi belum-belum sudah hilang kontak,” katanya. Banjirah mengatakan nomor telepon milik pria yang mengaku Fadli itu mulai tak aktif sejak 8 Desember 2015. Ia sempat curiga awalnya dan ternyata benar, akhirnya ia dibohongi. Ia mencoba mengkonfirmasi identitas pria itu adalah Fadli Zon. “Telepon ke kantornya di DPR, lalu telepon ke rumahnya, enggak diangkat."

    Pelaksana tugas Ketua DPR Fadli Zon membantah telah melakukan penipuan terhadap tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia bernama Banjirah yang saat ini tengah bekerja di Hong Kong. "Bukan saya pasti," kata Fadli saat dihubungi oleh Tempo melalui pesan singkat pada Senin, 21 Desember 2015. "Itu sudah pasti penipuan," ujar Fadli.



    GHOIDA RAHMAH | ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.