Selidiki Freeport, Kejaksaan Agung Akan Periksa Luhut?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Dalam transkrip kasus perpanjangan kontrak karya Freeport, nama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan ikut disinggung Freeport, Ketua DPR Setya Novanto, dan pengusaha minyak Riza Chalid. Meski begitu, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo belum berani menegaskan apakah Luhut akan ikut diperiksa dalam penyelidikan kasus Freeport.

    "Kita perlu hati-hati sebelum seperti itu (perlu memeriksa Luhut)," ujar Prasetyo ketika diwawancarai majalah Tempo, Rabu dua pekan lalu.

    Prasetyo pun tidak ingin menanggapi isu yang menyebutkan kasus Freeport adalah eskalasi perseteruan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Luhut. Kata dia, isu-isu seperti itu hanya akan membelokkan perkara dari inti sebenarnya.

    "Saya enggak lihat masalah ini dari pencatutan nama (Luhut, Presiden Joko Widodo, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla), tapi yang lebih mendasar adalah dugaan pemufakatan," katanya.

    Sebelumnya, Prasetyo menduga ada pemufakatan jahat di balik upaya perpanjangan kontrak karya Freeport yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Apabila pemufakatan jahat itu terealisasi, bisa terjadi korupsi yang merugikan negara.

    ISTMAN M.P. | TIM TEMPO

    Tiga Hal Ini  Bikin Setya Novanto Sulit Ditolong!
    Sidang Kasus Calo Freeport, Ada yang Gebrak Meja


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.