Hari Pahlawan, Kapolri Kenang Mohammad Yasin dan Bung Tomo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol  Badrodin Haiti, memberikan arahan kepada para prajurit TNI dan Polri di markas 700/Raider di Makassar, 11 Mei 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, memberikan arahan kepada para prajurit TNI dan Polri di markas 700/Raider di Makassar, 11 Mei 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengenang Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Yasin sebagai sosok penting dalam dunia kepolisian. Sosok Yasin dikenal sebagai Bapak Brimob Polri. "Pak Yasin ikut berjuang bersama Bung Tomo," kata Badrodin Haiti di Rupatama, Senin, 9 November 2015.

    Di mata Badrodin, Bung Tomo dianggap sebagai salah satu penggerak komponen bangsa untuk bisa melakukan perlawanan dalam membebaskan diri dari penjajah. Bung Tomo memberikan jasa besar terhadap upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yaitu saat melawan penjajah yang ingin kembali menjajah Indonesia, tepatnya di Kota Surabaya.

    "Kalau pahlawan polisi itu Pak Yasin. Bung Tomo juga iya. Artinya, mereka menginspirasi semua orang," ujar Badrodin.

    Dalam menyambut Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November mendatang, Badrodin menekankan pentingnya menanamkan semangat kepahlawanan dalam tubuh Polri. "Nilai-nilai kepahlawanan harus diteladani. Kami ingin dijadikan inspirasi agar bisa membangkitkan semangat dalam membangun bangsa," tutur Badrodin.

    Menurut Badrodin, banyak hal yang bisa dilakukan polisi dalam menanamkan nilai-nilai kepolisian. Nilai-nilai kepahlawanan harus menjadi inspirasi bagi polisi saat ini. Terlebih, sekarang sudah banyak ruang untuk itu. 

    Badrodin mencontohkan salah satu bintara Polri di Nganjuk, yang kebetulan perempuan, bisa dijadikan teladan. Polwan ini, selain bekerja menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, juga membebaskan seorang warga yang dipasung. "Bahkan sampai dibawa berobat," ucap Badrodin.

    Bagi Badrodin, tindakan itu perlu dicontoh. Sebab, untuk memiliki jiwa kepahlawanan tidak harus dari pusat, tapi bisa dari daerah. "Perlu melakukan hal terbaik bagi bangsa. Banyak hal yang bisa diteladani dan dijadikan inspirasi untuk hal yang baik di Indonesia," Badrodin menambahkan.

    LARISSA HUDA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.