Pimpinan DPR Ngopi-ngopi dengan Jokowi, Bahas Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mempresentasikan kondisi penanganan asap di Riau, dalam acara coffee break di ruang tamu Ketua DPR, Setya Novanto pada Jumat 16 Oktober 2015. TEMPO/Destrianita Kusumastuti

    Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mempresentasikan kondisi penanganan asap di Riau, dalam acara coffee break di ruang tamu Ketua DPR, Setya Novanto pada Jumat 16 Oktober 2015. TEMPO/Destrianita Kusumastuti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo siang tadi menggelar acara minum kopi bersama pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat di Istana Merdeka. Ketua DPR Setya Novanto mengatakan pertemuan tersebut membahas masalah penyertaan modal negara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016.

    "Presiden Jokowi kan ingin ngopi-ngopi bersama, sambil membicarakan masalah APBN negara dan yang berkaitan dengan penempatan PMN yang menjadi perhatian kita bersama," kata Setya setelah menemui Presiden Jokowi di kompleks Istana, Kamis, 5 November 2015.

    Mengenai APBN-P, Setya mengatakan DPR masih akan melihat perkembangan pembahasan di sejumlah komisi. Setelah ada keputusan, DPR akan kembali menyampaikannya kepada pemerintah.

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, dalam acara minum kopi tersebut, DPR menjelaskan sikap mereka terkait dengan PMN. Menurut dia, sikap DPR terkait dengan PMN bertujuan membuat tim ekonomi Presiden lebih kuat. "Presiden Jokowi harus bentuk tim yang kuat. Tim yang kuat akan membantu kinerja presiden. Begitu negara kelihatan tak terkonsolidasi, musuh datang," ucapnya.

    Fahri mengatakan tim ekonomi yang kuat akan memberi kepastian ekonomi dan jaminan investasi. Dewan juga menyampaikan, sebagai lembaga tinggi negara, DPR bertugas melakukan pengawasan sehingga seluruh kritik yang disampaikan merupakan bagian dari tugas legislatif. "Kami nih oposisi loyal. Kami enggak ikut pemerintahan, tapi kami loyal ke negara," tuturnya.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.