Abu Gunung Barujari Ganggu 37 Penerbangan di Bandara Juanda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Juanda Surabaya. ANTARA/Eric Ireng

    Bandara Internasional Juanda Surabaya. ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Surabaya - Sebanyak 37 penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, terganggu abu vulkanik letusan Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani, di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Legal and Communication Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda Liza Anindya menjelaskan aktivitas penerbangan yang mengalami gangguan terdiri dari 16 kedatangan dan 21 keberangkatan.

    "Kemungkinan akan sama seperti kemarin, yakni delay. Kami akan update lagi kalau ada perubahan," kata Liza saat dihubungi, Kamis, 5 November 2015.

    Menurut Liza, jalur penerbangan yang mengalami gangguan adalah dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Bali, Bandara Blimbingsari, Banyuwangi serta Bandara Notohadinegoro, Jember.

    Adapun maskapai penerbangan yang terhalang aktivitasnya adalah Garuda, Lion Air, Wings Air, Citilink, Nam Air, dan Kalstar.

    Aktivitas di Bandara Ngurah Rai, Bandara Blimbingsari serta Bandara Notohadinegoro, ditutup Rabu-Kamis, 4-5 November 2015. Namun penutupan diperpanjang sampai Jumat, 6 November 2015, pukul 08.45 Wita.

    Aktivitas penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Lombok (BIL) juga diperpanjang penutupannya hingga Jumat besok. Sebanyak 70 penerbangan yang biasanya melayani pemberangkatan dan kedatangan di BIL, dengan Jumlah penumpang rata-rata 3.300 orang per hari terganggu. Mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Sumbawa, dan Bima.

    Sementara itu, maskapai Garuda Indonesia menghentikan sementara aktivitas penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai, Bandara Internasional Lombok serta di Bandara Blimbingsari. Tidak hanya penumpang jalur dalam negeri yang tidak bisa dilayani, tapi juga tujuan luar negeri, seperti Melbourne, Sydney, Perth, Tokyo, Osaka, Seoul, dan Hong Kong.

    NURHADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.