Minggu, 22 September 2019

Gunung Barujari Meletus, Aparat Cari Ratusan Wisatawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari menyemburkan material vulkanik terlihat dari Danau Segara Anak, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 9 November 2015. ANTARA/HO/Mutaharlin

    Anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari menyemburkan material vulkanik terlihat dari Danau Segara Anak, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 9 November 2015. ANTARA/HO/Mutaharlin

    TEMPO.COJakarta - Peningkatan aktivitas vulkanis anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari, menyebabkan letusan dan keluarnya abu vulkanis setinggi 2.000 meter dari puncak sekitar pukul 14.45 Wita, Selasa, 27 September 2016. Status Gunung Rinjani pun kini telah dinaikkan dari Normal Aktif (level I) menjadi Waspada (level II). 

    “Pemantauan intensif juga terus dilakukan untuk mengevaluasi tingkat aktivitas Gunung Rinjani,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulis, Selasa kemarin. 

    Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan di sekitar Gunung Rinjani juga tidak diperbolehkan beraktivitas di dalam kaldera Gunung Rinjani dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Barujari. Sutopo mengatakan, saat gunung meletus, diperkirakan terdapat 389 wisatawan atau pengunjung yang masih berada di Gunung Rinjani. 

    Berdasarkan informasi sementara dari Seksi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), sepanjang 25-27 September ada 333 wisatawan mancanegara dan 56 wisatawan lokal yang dilaporkan masuk melalui pintu Sembalun. 

    Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Lombok Timur, Taman Nasional Gunung Rinjani, kepolisian, pos pengamatan Gunung Rinjani, dan relawan masih terus berkoordinasi untuk mengetahui kondisi wisatawan atau pengunjung yang masih berada di gunung. 

    Sutopo mengatakan pasca-letusan kemarin siang, kondisi Bandara Internasional Lombok dilaporkan tetap normal. “Abu vulkanis tipis menyebar ke banyak tempat karena angin cukup kencang, aktivitas masyarakat tetap normal,” katanya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe