Suhu Udara di Kota Malang Melonjak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung melintasi air terjun Sumber Siji yang terletak di bawah air terjun Sumber Pitu di lereng utara gunung kawi, di Dusun Tulungrejo, Malang, Jawa Timur, 4 September 2015. Air terjun Sumber pitu terletak 34 km di sebelah barat kota Malang. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Seorang pengunjung melintasi air terjun Sumber Siji yang terletak di bawah air terjun Sumber Pitu di lereng utara gunung kawi, di Dusun Tulungrejo, Malang, Jawa Timur, 4 September 2015. Air terjun Sumber pitu terletak 34 km di sebelah barat kota Malang. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Kota Malang termasuk diantara destinasi wisata di Jawa Timur diantaranya karena kesejukan udaranya. Tapi belakangan suhu udara di kota itu melonjak jauh lebih panas.

    Temperatur udara terukur meningkat selama dua pekan terakhir. Pada siang hari suhu udara mencapai 35 derajat Celsius. Padahal normalnya suhu rata-rata di Malang sehari-hari berkisar 25-26 derajat.

    "Adapun suhu udara di Kota Malang pada siang hari sebelumnya 29 derajat Celsius, paling panas 33 derajat Celsius," ujar Kepala Sub Bidang Pengendalian Lingkungan, Badan Lingkungan Hidup Kota Malang, Tri Santoso, Selasa 26 Oktober 2015.

    Peningkatan suhu udara ini terpantau dari alat pengukur suhu udara di 20 titik. Mereka diyakini mengukur dampak dari peningkatan polusi udara terutama gas buang kendaraan bermotor. "Peningkatan suhu terutama di sejumlah titik lokasi di Malang yang padat kendaraan seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Soekarno Hatta," kata Tri.

    Gas buang kendaraan menyebabkan meningkatnya efek gas rumah kaca. Melalui uji emisi gas buang kendaraan, diharapkan bisa mengendalikan efek gas rumah kaca di Malang. Untuk itu, warga pemilik kendaraan harus dirawat untuk mengendalikan gas buang.

    Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Aminuddin, menjelaskan suhu udara di Kota Malang mencapai puncaknya karena posisi matahari yang sedang tegak lurus dengan bumi. Sehingga, menurutnya, suhu semakin panas dan dalam waktu yang semakin panjang. "Sehingga wajar jika suhu udara semakin panas," ujarnya.

    Apalagi, dia menambahkan, sampai saat ini masih kemarau dan belum turun hujan. "Suhu udara akan kembali normal jika posisinya (matahari) bergeser ke belahan bumi utara."

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.