Seusai Operasi, Korban Tragedi Aceh Singkil Membaik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memasang infus pada pasien Uyung (27),  korban tembak pada konflik di Aceh Singkil, saat dirujuk di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, 14 Oktober 2015. ANTARA/Ampelsa

    Petugas medis memasang infus pada pasien Uyung (27), korban tembak pada konflik di Aceh Singkil, saat dirujuk di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, 14 Oktober 2015. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Dua korban tragedi Aceh Singkil yang dirawat dirujuk ke Banda Aceh telah membaik setelah dilakukan operasi pengangkatan peluru. Dua korban tersebut adalah Uyung dan Salman, yang dirawat di RSUD Zainal Abidin dan RSU Meuraxa, Banda Aceh.

    Direktur RSUD Zainal Abidin, Fachrul Jamal, mengatakan pasien Uyung telah membaik setelah dokter mengangkat peluru di tubuhnya. "Pelurunya diambil dan berhasil. Kondisinya stabil, sudah bisa ngomong," katanya, Jumat, 16 Oktober 2015.

    Menurut Fachrul, Uyung dioperasi pada Kamis, 15 Oktober 2015. Dia mengalami luka tembak di bahu kanan. Sesuai dengan hasil CT scan, peluru diketahui menembus paru-paru dan bersarang di rongga dada kanan di antara tulang rusuk.

    Dokter Yopie Afriandi Habibie, spesialis yang menangani operasi, mengatakan Uyung tidak mengalami perdarahan serius akibat tembakan. Darahnya sedikit menggumpal di belakang paru-paru akibat luka. Tidak ditemukan komplikasi yang membahayakan.

    "Mungkin dalam dua atau tiga hari ke depan sudah bisa berobat jalan," ucapnya.

    Sementara itu, Salman, yang dirawat di RSU Meuraxa, dilaporkan kondisinya sudah membaik. Dia terkena tembakan di bagian perut.

    Keduanya adalah korban insiden kerusuhan antarwarga di Kabupaten Aceh Singkil, yang disertai pembakaran rumah ibadah. Insiden ini juga menewaskan seorang warga lainnya.

    Sebelumnya, Kepala Polda Aceh mengatakan senjata yang digunakan dalam insiden tersebut adalah senapan angin dengan kaliber 55. Senapan itu biasa digunakan warga untuk memburu babi hutan.

    Polisi sudah menetapkan 10 tersangka dalam kejadian tersebut. Tiga orang telah ditangkap dan tujuh lainnya masih menjadi buron.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.