Jokowi: Pembangunan Ruang Publik Tingkatkan Kualitas Hidup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Jokowi melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kalimantan Selatan. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Jokowi melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kalimantan Selatan. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan kualitas ruang publik mempengaruhi kualitas manusia di suatu kota. ‎Untuk itu, pembangunan ruang publik dinilai sangat penting.

    "Membangun ruang publik artinya membangun kehidupan manusia yang berkualitas," kata Jokowi saat menghadiri perayaan Hari Habitat Dunia di Istana Negara, Selasa, 6 Oktober 2015. Bahkan, menurut dia, saat ini ruang publik bukan semata tempat terbuka, tapi juga sudah menjadi budaya.

    Jokowi menambahkan, fungsi dan keberadaan ruang publik sudah ada sejak dulu di Indonesia. Di ruang inilah warga bisa bertemu satu sama lain untuk berinteraksi, berekreasi, hingga bermusyawarah untuk menyampaikan pendapat.

    Hari ini, Presiden Jokowi menghadiri Hari Habitat Dunia di Istana Negara. Adapun tema yang diambil tahun ini adalah "Ruang Publik untuk Semua". Selain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jokowi mengundang sejumlah pengembang perumahan serta kepala daerah.

    Jokowi mengpresiasi pencanangan tema tersebut dalam perayaan tahun ini. Tema itu, menurut dia, cukup relevan dengan persoalan yang ada saat ini, yaitu penyediaan ruang publik yang berkualitas bagi masa depan. "Tapi perayaan ini jangan sampai hanya seremonial."

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.