Buwas: Kalau Anang seperti Saya, Nanti Gaduh Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNN Budi Waseso (kanan) dan Kabareskrim Anang Iskandar (kiri) mengacungkan jempol saat pelantikan kepala BNN di Aula Gedung BNN di Jakarta, 8 September 2015. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Kepala BNN Budi Waseso (kanan) dan Kabareskrim Anang Iskandar (kiri) mengacungkan jempol saat pelantikan kepala BNN di Aula Gedung BNN di Jakarta, 8 September 2015. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan memiliki cara berbeda dalam menangani kasus hukum ketimbang Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Anang Iskandar. Dia tak mempermasalahkan jika Bareskrim kini terkesan lebih landai.

    Budi Waseso mengatakan sudah mempercayakan semua kasus hukum di Bareskrim yang dulu pernah ditanganinya kepada Anang. Walaupun begitu, dia mengaku masih sering melakukan koordinasi. "Ya beda-beda, beliau dengan caranya sendiri. Kalau ikut saya nanti jadi gaduh lagi," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 30 September 2015. ‎

    Dia mengatakan kondisi saat ini memang lebih tenang. Apalagi pemerintah juga mengimbau agar penanganan kasus hukum tak dilakukan secara gaduh. "Kalau jaringan belum terungkap utuh, tentu tak boleh diungkap dulu. Makin dibuka kerahasiaannya, akan mempersulit membongkar jaringan itu sendiri," ujarnya.

    Budi Waseso dan Anang Iskandar bertukar posisi pada awal September lalu. Waseso, yang sebelumnya menjabat Kepala Bareskrim, saat ini dipercaya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional, yang ditinggalkan Anang.

    Beberapa kasus yang ditangani Waseso ‎memang kontroversial. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah penetapan tersangka dua komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. 

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.