Muhammadiyah Palembang Salat Idul Adha di Tengah Kabut Asap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Jembatan Ampera terkena kabut asap, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 4 November 2014. ANTARA/Rosa Panggabean

    Suasana Jembatan Ampera terkena kabut asap, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 4 November 2014. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Palembang - Ribuan warga Muhammadiyah di Palembang melaksanakan salat Idul Adha di tengah kabut asap. Mereka melaksanakannya di berbagai tempat, mulai masjid, musala, hingga tanah lapang. Salah satunya di Benteng Kuto Besak, dengan khatib Nofrizal Nawawi.

    Rabu pagi, 24 September 2015, kabut tebal menyelimuti seluruh Kota Palembang, termasuk tempat salat Idul Adha. Kepala Seksi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Agus Santosa mengatakan jumlah titik panas hari ini terdeteksi lebih banyak dibanding kemarin. "Terjadi peningkatan dibanding kemarin," ucap Agus.

    Berdasarkan data sebaran titik panas dan asap tanggal 23 September 2015 pukul 07.00, jumlahnya mencapai 1.009. Sedangkan sehari sebelumnya, 60 titik panas terdeteksi di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sedangkan hari ini satelit Aqua dan Terra mencatat sebarannya berada hampir di seluruh Sumatera Selatan.

    Baca juga:
    Ridwan Kamil Sebut Laporan Sherina Via Twitter Salah Alamat

    Titik panas hari ini terdata ada di Ogan Komering Ulu Timur, Empat Lawang, Lahat, Ogan Ilir, Musi Rawas, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Ogan Komering Ulu Selatan. Sedangkan yang terbanyak, menurut Agus, terdeteksi di Musi Banyuasin sebanyak 333 titik dan Ogan Komering Ilir 522 titik. Selain mengganggu penglihatan, kabut asap pekat ini mengganggu sistem pernapasan.

    Meskipun berselimut asap, warga Muhammadiyah di Palembang tetap memadati tempat salat Idul Adha. Di pelataran Benteng Kuto Besak, kawasan Jembatan Ampera, khatib pada salat tersebut adalah Nofrizal Nawawi, mantan Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Selatan. Nofrizal memastikan warga Muhammadiyah tetap memadati lokasi salat Idul Adha meskipun udara sedang buruk. "Tidak hanya di sini, tapi kami juga adakan salat di beberapa tempat lain," kata Nofrizal.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Baca Juga:
    Vicky Shu Blusukan ke Gedung Putih: Mencari Pakde Obama
    Fahri Hamzah Intervensi Sidang Kehormatan Setya Novanto cs


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.