Pecinta Burung Liar Kaget Dikabarkan Hilang di Gunung Wilis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sumber air panas lereng Pegunungan Wilis yang mengalir di sekitar Wisata Telaga Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur. TEMPO/Ishomuddin

    Sumber air panas lereng Pegunungan Wilis yang mengalir di sekitar Wisata Telaga Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Madiun - Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun, Kepolisian Resor Madiun, TNI Angkatan Darat, dan Badan SAR Trenggalek berhasil mengevakuasi empat pecinta burung liar yang sempat dikabarkan hilang di lereng Gunung Wilis wilayah Desa Kandangan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Ahad pagi, 20 September 2015.

    Para pecinta satwa liar dari 'Komunitas Cinta Jawa Selatan' Yogyakarta itu ditemukan dalam keadaan selamat setelah proses pencairan sejak Jumat sore, 18 September 2015. "Waktu ditemukan mereka baru bangun tidur dan berada di luar tenda," kata Koordinator Pos Badan SAR Trenggalek Supriono ketika ditemui di Markas Kepolisian Sektor Kare.

    Saat petugas menghampiri, Supriono melanjutkan, para pecinta satwa liar yang sedang melakukan observasi burung liar di lereng Gunung Wilis itu sempat kaget bukan kepalang. Mereka tidak menduga ternyata menjadi target evakuasi. Padahal kegiatan yang dimulai sejak Selasa lalu dan dijadwalkan berakhir Ahad ini berjalan lancar-lancar saja.

    Berita Menarik
    Mau Menikah Bulan Mei, Ini Pengakuan Terus Terang Luna Maya
    Guru Cantik di SMA Mundur Setelah Berpose Tak Patut di Video

    "Kami mendapat informasi kalau mereka terjebak kebakaran hutan dan satu orang meninggal," ujar Supriono. Informasi itu diterima Badan SAR Trenggalek dari Kepolisian Resor Madiun, Jumat siang, 18 September 2015.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun Eddy Hariyanto mengatakan kebakaran kawasan hutan itu terjadi di petak 47 A dan petak 50 Resor Pemangku Hutan Kare Kesatuan Pemangku Hutan Lawu Dan Sekitarnya. Adapun luasannya sekitar 15 hektare. "Yang terbakar alang-alang," ucap Eddy.

    Karena kawasan hutan terbakar, petugas Perum Perhutani memprediksi empat pecinta burung liar yang sedang melakukan observasi, tersesat di dalam hutan. Sebab, empat rekan mereka sudah turun dari lereng gunung dengan ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut ini pada Kamis dan Jumat.

    Waskito Kukuh Wibowo, salah seorang dari pecinta burung liar, membenarkan bahwa empat temannya sengaja turun terlebih dulu karena ada urusan pribadi. Sementara, dia dan tiga temannya yang lain tetap berada di dalam hutan hingga jadwal observasi berakhir pada Ahad ini.

    "Pemberitahuan kami kepada petugas di Pos I bahwa kegiatan kami dimulai sejak Selasa sampai Minggu, 20 September 2015. Kami sama sekali tidak tahu kalau dikabarkan hilang," ucap Waskito dengan wajah yang masih terheran-heran.

    NOFIKA DIAN NUGROHO

    Baca Juga
    Kecelakaan di Cipali, 6 Tewas: Karena Makam Mbah Samijem?
    Bisa Bicara dengan Binatang, Wanita Mampu Prediksi Bencana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.