Tersangka Teroris Surakarta Diduga Terkait Kelompok Badri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melewati warung ponsel milik terduga teroris yang ditangkap hari Selasa, di Sangkrah, Surakarta, Jawa Tengah, 13 Agustus 2015. TEMPO/Bram Selo Agung

    Warga melewati warung ponsel milik terduga teroris yang ditangkap hari Selasa, di Sangkrah, Surakarta, Jawa Tengah, 13 Agustus 2015. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO , Surakarta:Polisi menggagalkan sebuah serangan teror yang akan dilancarkan pada 17 Agustus besok. Mereka menangkap kelompok teroris dalam operasi penindakan yang dilakukan di Surakarta beberapa hari terakhir.

    Ketiga orang tersebut adalah Sugiyanto, Yuskarman, serta Ibad. "Mereka terkait dengan kelompok lama yang telah kami ungkap sebelumnya," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Noer Ali, Jumat 14 Agustus 2015.

    Menurut Noer, kelompok tersebut terkait dengan kelompok Badri yang telah berhasil diungkap pada 2012 silam. Badri yang dikenal sebagai ahli pembuat bom itu banyak merekrut anggota baru. Beberapa di antaranya bahkan masih berusia remaja.

    Salah satu tersangka, Sugiyanto juga merupakan target lama. "Dia terlibat dalam aksi penembakan polisi beberapa tahun lalu," kata Noer.

    Menurut catatan Tempo, aksi itu dipimpin oleh Farhan, anak tiri Abu Omar. Farhan sendiri tewas dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan di Surakarta tiga tahun silam.

    Noer mengatakan para tersangka telah menyiapkan sejumlah peralatan yang akan digunakan untuk melakukan serangan. "Mereka akan menyerang kantor polisi serta tempat ibadah," katanya.

    Pada Rabu lalu, Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah, kios, dan musala di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Polisi juga menemukan dan menyita atribut ISIS, potongan baut, mur, dan pipa paralon. Atribut ISIS tersebut berupa kaus dan bendera, yang salah satunya ditemukan di sebuah kios pulsa.

    Penggeledahan tersebut bermula dari penangkapan sejumlah terduga teroris beberapa jam sebelumnya. Mereka adalah Sugiyanto, Yuskarman, dan Ibad. Tidak ada perlawanan dalam penangkapan ataupun penggeledahan tersebut.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.