Dinasti Ahok dan Yusril Bertarung dalam Pilkada Belitung Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Seto Wardhana

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.COBelitung Timur - Pertarungan seru diprediksi bakal terjadi dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Belitung Timur. Sebab, anggota keluarga dua tokoh nasional, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan pakar hukum tata negara sekaligus pendiri Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, sama-sama mencalonkan diri sebagai bupati.

    Keluarga Ahok diwakili adiknya, Basuri Tjahaja Purnama, yang merupakan calon inkumben. Adapun keluarga Yusril mengusung kakaknya, Yuslih Ihza Mahendra, yang mencoba mengakhiri dominasi keluarga Ahok di Belitung Timur. Selama ini, keluarga Ahok dan Yusril  memang dikenal punya pengaruh kuat di Pulau Belitung.

    Pengamat politik dari Universitas Bangka Belitung, Ibrahim, menilai wajar jika keluarga dua tokoh nasional ini sama-sama punya pengaruh kuat di tataran pemilih akar rumput, mengingat budaya politik di Indonesia yang masih mengedepankan identitas bersifat fisik ketimbang ideologi.

    "Fakta identitas kesamaan suku, agama, dan lainnya sebagai fakta yang cukup penting dalam politik kita saat ini. Pertarungan dua keluarga tokoh nasional ini memang sangat menarik di Belitung," ujar Ibrahim kepada Tempo, Selasa, 28 Juli 2015.

    Menurut Ibrahim, ketokohan Ahok dan Yusril baru terasa jika kedua bersedia turun ke Belitung untuk membantu pencalonan anggota keluarganya masing-masing. "Saya melihat Yusril dan Ahok belum terlihat turun. Mungkin belum ada waktu. Ketokohan keduanya tidak akan terlalu signifikan jika tidak turun langsung," tuturnya.

    Namun Ibrahim melihat tidak adanya calon selain Basuri dan Yuslih bukan semata-mata silau dengan pengaruh Ahok dan Yusril, melainkan lebih pada situasi dan peta politik saat ini yang berubah.

    "Tidak adanya calon lain bukan berarti gentar dengan nama Ahok dan Yusril, tapi peta politik yang mengharuskan pegawai negeri sipil atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mundur bila ingin mencalonkan diri menjadi pertimbangan. Sebab, tidak ada lagi calon yang maju hanya untuk uji coba atau untung-untung nasib," katanya.

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.