Pasangan Inkumben Maju Lagi di Pilkada Solok Selatan 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muzni Zakaria, Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat. profileengine.com

    Muzni Zakaria, Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat. profileengine.com

    TEMPO.CO, Padang - Pasangan inkumben Muzni Zakaria-Abdul Rahman kembali maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan. Mereka memilih kembali tetap berpasangan dalam pemilihan kepala daerah serentak 2015. 

    "Ya, kami kembali maju berdua," ujar Muzni kepada Tempo, Kamis, 23 Juli 2015.

    Muzni mengatakan akur dengan wakilnya hingga masa jabatannya berakhir pada 2015. "Kami tak pernah bertengkar, apalagi soal kewenangan," ujar bupati daerah pemekaran tersebut. Kunci kerukunan ini, menurut Muzni, yakni musyawarah dan saling terbuka.

    Muzni mengungkapkan Abdul Rahman sebenarnya berpeluang maju sebagai bupati dan menjadi saingannya dalam pilkada tahun ini. Namun, setelah bermusyawarah dengannya, Abdul Rahman menyatakan akan menjadi wakil bupati dan memintanya kembali menjadi bupati.

    Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya Solok Selatan ini mengatakan sudah mendapatkan dukungan dari tiga partai, yaitu Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan NasDem. Tiga partai itu mendapatkan total sembilan kursi di DPRD, yang berarti sudah memenuhi persyaratan mencalonkan pasangan kepala daerah, yakni memiliki minimal lima kursi.  "PKS dan Demokrat juga akan mendukung kami," ujarnya. 

    Menurut Abdul Rahman, dengan berpasangan lagi dengan Muzni, ia bisa melanjutkan program lima tahun yang terhimpun dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. "Kami akan tuntaskan itu. Makanya, kami ingin maju lagi untuk menyelesaikan target pembangunan infrastruktur," ujarnya.

    Pengamat politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi, mengatakan majunya pasangan inkumben  akan menguntungkan daerah. Sebab ada kelanjutan program dasar untuk mengembangkan daerah. "Periode pertama biasanya meletakkan dasar. Lima tahun berikutnya mengembangkan," ujarnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.