76 Merek Barang Kreatif Bandung Akan Mejeng di Korea Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadil Simeray (kiri) dan Kusnadi, diwawancarai awak media terkait hukuman yang diberikan Walikota Bandung Ridwan Kamil.  Bandung, 1 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Fadil Simeray (kiri) dan Kusnadi, diwawancarai awak media terkait hukuman yang diberikan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Bandung, 1 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bakal memboyong puluhan produk industri kreatif ke pusat promosi bernama Little Bandung di Korea Selatan. Pusat promosi berwujud restoran ini rencananya diresmikan pada akhir 2015 di Hongdae, Seoul, Korea Selatan.

    "Rencananya ada produk-produk terbaik Bandung. Sudah dikumpulkan oleh tim dari ITB dan difasilitasi. Ada maksimal 76 brand, minimal 20 brand," kata Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Rabu, 15 Juli 2015.

    Di sana produk-produk industri kreatif tersebut akan dipasarkan. Agar nama Little Bandung juga terangkat, masing-masing produk rencananya memberikan edisi spesial yang akan didedikasikan untuk Little Bandung.

    "Setelah ini mereka akan berkumpul menjadi koperasi sehingga nanti Little Bandung jadi merek. Tapi produknya adalah kumpulan dari mereka mereka yang dibuat untuk khusus untuk Little Bandung," kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil menjelaskan Little Bandung tidak ada keterkaitan atau kerja sama mencari keuntungan materi langsung dengan Pemerintah Kota Bandung. Menurut Ridwan Kamil, Pemkot Bandung hanya menjadi jembatan antara para pengusaha muda kreatif dengan pihak ketiga atau investor yang ingin memperkenalkan Bandung ke mancanegara.

    "Tidak keluar dana, hanya menjual gagasan, kemudian disambut baik oleh pihak ketiga yang akan menyewa tempat. Kemudian kita akan konsep sama-sama," tutur Ridwan Kamil.

    Gedung Little Bandung di Seoul rencananya dibangun empat lantai. Lantai satu dan dua difungsikan sebagai kafe. Lantai tiga sebagai tempat memasarkan barang-barang industri kreatif dan lantai empat menjadi galeri pameran.

    "Pemkot pada dasarnya tidak akan turut campur karena kerja samanya bussines to bussines. Tapi akan ada pendampingan juga dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif," ujar Ridwan Kamil.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.