Mudik 2015: Titik Rawan dan Kemacetan di Banyuwangi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan bermotor antre masuk ke dalam KMP Edha di Pelabuhan Penyebrangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (23/9). Terhitung hingga H+2 Lebaran kepadatan arus balik menuju pulau Bali mencapai 9000 pemudik. Foto: TEMPO/Nurdiansah

    Kendaraan bermotor antre masuk ke dalam KMP Edha di Pelabuhan Penyebrangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (23/9). Terhitung hingga H+2 Lebaran kepadatan arus balik menuju pulau Bali mencapai 9000 pemudik. Foto: TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COBanyuwangi - Kepala Kepolisian Resor Banyuwangi, Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Bastoni Purnama, mengatakan para pemudik harus mewaspadai dua titik rawan kecelakaan di daerahnya.

    Titik rawan pertama berada di Jalan Raya Jember Kilometer 267-269, tepatnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. “Titik rawan kedua di Jalan Raya Situbondo Km 274-278 Desa Bulusan, Kecamatan Wongsorejo,” kata Bastoni, Rabu, 8 Juli 2015.

    Kedua titik tersebut, kata dia, dianggap rawan kecelakaan karena jalur bebas dua arah yang cukup padat kendaraan. Selain itu, ruas jalan bergelombang, sementara bahu jalan lebih rendah.

    Kondisi jalan bukan satu-satunya penyebab rawan kecelakaan. Di kedua titik itu, rambu petunjuk arah tergolong minim dan lampu penerang jalan kurang. “Kalau malam hari, jalanan gelap,” ujarnya.

    Selain rawan kecelakaan, Kapolres Bastoni juga mengimbau pemudik mewaspadai tiga titik rawan kemacetan. Pertama berada di hutan Gumitir, perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Jember. Kedua di hutan Baluran, yang menjadi batas Kabupaten Banyuwangi dengan Situbondo. Titik rawan kemacetan terakhir berada di Desa Kapuran hingga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, atau tepatnya di Jalan Raya Situbondo Km 279-281.

    Desa Kapuran hingga Desa Ketapang biasanya rawan macet karena imbas antrean kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Bali. “Volume kendaraan yang menyeberang tidak sebanding dengan daya angkut kapal,” tutur Bastoni.

    Polres Banyuwangi memprediksi jumlah pemudik tahun ini meningkat 20 persen dibandingkan tahun lalu. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-2 dan H-1 Lebaran atau 15-16 Juli 2015.

    Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Banyuwangi, Ali Ruchi, mengatakan, untuk mengurangi kepadatan kendaraan, warga bisa memanfaatkan mudik gratis. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan 18 bus untuk mudik gratis dari Surabaya ke Banyuwangi, terdiri atas sembilan bus pada 14 Juli dan sebelas bus pada 15 Juli. Sedangkan mudik gratis rute Denpasar-Banyuwangi tersedia empat bus pada 13 Juli 2015.

    Selain bus, pemerintah juga menyediakan empat truk untuk mengangkut sepeda motor pemudik. Tiga truk berangkat dari Surabaya ke Banyuwangi pada 13 Juli. “Di tanggal yang sama, satu truk berangkat dari Denpasar,” ucapnya.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.