Antisipasi Kejahatan, Polisi Karawang Bakal Menyamar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan jalan Tol Pejagan-Pemalang di Brebes, Jawa Tengah, 5 Juli 2015. Jalan tol ini akan dibuka sepanjang 20 km, Pejagan-Brebes, pada H-10 Lebaran, khusus pemudik yang menggunakan mobil pribadi. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Pembangunan jalan Tol Pejagan-Pemalang di Brebes, Jawa Tengah, 5 Juli 2015. Jalan tol ini akan dibuka sepanjang 20 km, Pejagan-Brebes, pada H-10 Lebaran, khusus pemudik yang menggunakan mobil pribadi. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.COKarawang - Anggota Kepolisian Resor Karawang akan menyamar untuk memberantas kejahatan pada musim mudik Lebaran tahun ini. Kapolres Karawang Ajun Komisaris Besar Daddy Hartadi mengatakan polisi akan menyamar menjadi pemudik.

    "Untuk mengantisipasi kejahatan di jalur mudik, kami akan mengerahkan petugas dengan pakaian preman. Mereka akan menyebar di tengah pemudik maupun masyarakat," ujar Deddy, Selasa, 7 Juli 2015.

    Untuk mengamankan jalur mudik, Polres Karawang akan mengerahkan 850 personelnya. Selain itu, ada tambahan 450 orang dari Badan Kendali Operasi Brigade Mobil.

    "Total personel kurang-lebih 1.300 orang. Mereka akan disebar merata untuk mengamankan jalur mudik. Petugas berseragam akan menggunakan kendaraan roda dua dan empat," kata Deddy.

    Sejak beberapa tahun terakhir, jalan raya Johar-Telagasari-Cilamaya-Krasak menjadi jalur mudik khusus sepeda motor. Saat mudik Lebaran, ribuan kendaraan roda dua yang menuju Cirebon dan Jawa Tengah selalu memadati jalur sepanjang 34 kilometer ini.

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang Aip S. Chalil mengimbau pengendara mewaspadai beberapa titik kemacetan di jalur mudik khusus roda dua. "Ada sepuluh pasar tumpah. Yang paling rawan macet adalah Pasar Telagasari, Cikalong, dan Lemah Abang," ujar Aip saat meninjau jalur mudik.

    Untuk mengantisipasi pasar tumpah, Dinas Perhubungan akan menggunakan tali, sehingga pedagang pasar tidak meluber hingga ke jalan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Karawang akan mendirikan 20 pos di sepanjang jalur mudik.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.