Terkait Ambalat, Menteri Tedjo Kirim Nota Protes ke Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Marinir TNI-AL menuju KRI Lampung di Dermaga E Markas Komando Armada Timur, Surabaya (2/1). 130 Marinir tersebut akan bertugas di perairan Ambalat,  menjaga perbatasan Indonesia dengan Malaysia. TEMPO/Fully Syafi

    Pasukan Marinir TNI-AL menuju KRI Lampung di Dermaga E Markas Komando Armada Timur, Surabaya (2/1). 130 Marinir tersebut akan bertugas di perairan Ambalat, menjaga perbatasan Indonesia dengan Malaysia. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengklaim telah mengirim nota protes ke Malaysia. Protes itu disampaikan terkait dugaan pelanggaran perbatasan di Ambalat, Kalimantan Utara.

    "TNI telah mengirim data pelanggaran dan telah diteruskan ke Kementerian Luar Negeri," ujar Tedjo melalui pesan singkat kepada Tempo, Ahad, 28 Juni 2015. "Dan telah dikirim protes via nota diplomatik kepada pihak Malaysia."

    Namun Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri Ferry Adamhar mengaku hingga Jumat lalu belum menerima titik koordinat dari TNI. Karena itu, Kementerian Luar Negeri belum bisa mengirim nota protes ke Negeri Jiran.

    Adapun TNI mengklaim telah mengirim titik koordinat ke Menteri Tedjo. Bukti pelanggaran tersebut dikirim sejak dua pekan lalu.

    Malaysia kembali diduga melanggar perbatasan di Ambalat. TNI Angkatan Udara telah mengerahkan dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan dua pesawat Sukhoi untuk memantau kawasan Ambalat.

    Hingga pertengahan tahun ini, sudah sembilan kali pesawat tempur milik militer Malaysia diduga masuk wilayah udara Indonesia tanpa izin. Indonesia baru dua kali mengirim nota protes.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.