Guru di Jawa Tengah Tolak Sekolah Lima Hari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama mengikuti Ujian Nasional di SMP Negeri 6 Makassar, Senin (22/4). Sebanyak 137.959 siswa SMP dan sederajat dari 2.192 sekolah di Sulsel akan mengikuti  UN pada 22-25 April 2013. TEMPO/Hariandi Hafid

    Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama mengikuti Ujian Nasional di SMP Negeri 6 Makassar, Senin (22/4). Sebanyak 137.959 siswa SMP dan sederajat dari 2.192 sekolah di Sulsel akan mengikuti UN pada 22-25 April 2013. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.COPurbalingga - Kalangan pendidik dan orang tua siswa di Purbalingga, Jawa Tengah, menolak penerapan lima hari sekolah yang diusulkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Aturan itu dinilai lebih banyak dampak negatif dibanding positifnya.

    Kepala SMKN 1 Purbalingga, Kamson, mengatakan sekolah yang dipimpinnya tak akan melaksanakan program lima hari sekolah. "Dinas Pendidikan Purbalingga hanya meminta kami mensosialisasikan wacana itu. Tidak ada keharusan melaksanakan," ujarnya, Senin, 22 Juni 2015.

    Menurut Kamson, dengan kurikulum 2013, rata-rata siswa belajar selama 51 jam dalam sepekan. Dengan enam hari sekolah, siswa di sekolahnya baru selesai belajar pada pukul 15.15. Bila dipadatkan menjadi lima hari sekolah, siswa akan pulang lebih sore lagi. Kamson khawatir daya serap siswa dan stamina mengajar guru tak optimal sampai akhir jam pelajaran.

    "Setelah sore, siswa dan guru sudah lelah. Mungkin guru mengajar sekadar menggugurkan kewajiban. Muridnya hanya memenuhi absen. Jadi sudah tidak efektif lagi," kata Kamson.

    Masalah lain adalah pada fasilitas transportasi umum. Dari 1.242 siswa SMKN 1 Purbalingga, yang membawa kendaraan sendiri hanya sekitar 400 siswa. Sisanya diantar orang tua atau menggunakan jasa angkutan umum.

    Bila harus pulang menjelang petang, Kamson khawatir siswa yang berasal dari daerah pedesaan akan kesulitan mendapat angkutan umum. Sebab, umumnya angkutan kota dan angkutan pedesaan tidak beroperasi setelah pukul 16.00.

    Senada dengan Kamson, Kepala SMAN 1 Padamara Esti Nurhidayati mengatakan, sepanjang belum ada aturan yang mengikat mengenai program lima hari sekolah, dia tidak akan melaksanakan program tersebut.

    Para orang tua siswa menilai alasan Gubernur Ganjar mewacanakan lima hari sekolah agar siswa bisa lebih lama bersama orang tuanya terlalu mengada-ada. Ganjar mengasumsikan semua orang tua siswa berprofesi sebagai pegawai negeri sipil yang juga menerapkan lima hari kerja. "Kan, lebih banyak orang tua siswa yang non-PNS," tutur Sucipto, wali murid di Purbalingga.

    Namun Kepala SMAN 1 Purbalingga Kustomo menyatakan akan melakukan uji coba lima hari sekolah selama satu semester. Lima hari sekolah itu akan diberlakukan bagi siswa kelas X, XI, dan XII. "Setelah uji coba, baru kami putuskan akan diteruskan atau tidak," tuturnya.

    ARIS ANDRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.