Harapan Jokowi terhadap Pansel KPK yang Semuanya Perempuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Presiden Joko Widodo. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan menaruh harapan besar pada tiga lembaga hukum, yakni Kepolisian RI, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan kejaksaan, untuk memberantas korupsi. Jokowi berharap tiga lembaga itu dapat bersinergi dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

    "Tiga lembaga ini harus bersih, kuat, dipercaya masyarakat, dan harus saling bersinergi," ujar Jokowi di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Kamis, 21 Mei 2015.

    Khusus KPK, Jokowi berharap lembaga itu dapat menjadi instansi yang berwibawa. Untuk itu, Jokowi mengaku bekerja keras selama beberapa minggu untuk menyaring nama-nama yang akan masuk dalam Panitia Seleksi Pimpinan KPK.

    Sembilan nama yang dipilih Jokowi berasal dari berbagai latar belakang, dari ahli hukum, ahli teknologi dan informasi, ahli keuangan, sosiolog, psikolog, ahli manajemen organisasi, hingga ahli tata kelola pemerintahan. Uniknya, semuanya perempuan.

    Jokowi berharap Pansel dapat menyaring para calon hingga menemukan komisioner KPK yang berkemampuan lengkap serta mampu memperkuat kelembagaan KPK. "Dan mampu meningkatkan sinergi KPK dengan lembaga penegak hukum lain," ujar Jokowi.

    Beberapa nama yang sempat disebut-sebut masuk anggota Pansel, seperti Margarito Kamis dan Romli Atmasasmita, tak ada dalam daftar.

    Berikut ini nama-nama anggota Pansel Pimpinan KPK:
    1. Destry Damayanti (ekonom serta ahli keuangan dan moneter): Ketua Pansel
    2. Enny Nurbaningsih (pakar hukum tata negara dan Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional): Wakil Ketua Pansel
    3. Harkristuti Harkrisnowo (pejabat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia)
    4. Betti Alisjahbana (ahli teknologi dan informasi)
    5. Yenti Ganarsih (pakar pencucian uang)
    6. Supra Wimbarti (psikolog)
    7. Natalia Subagyo (ahli tata kelola pemerintahan)
    8. Diani Sadiawati (pejabat di Bappenas)
    9. Meuthia Ganie-Rochman (ahli sosiologi korupsi dan modal sosial)

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.