Anggota DPR Masinton: KPK Tak Perlu Lagi Tangani Kasus Ecek-ecek

Reporter

Editor

Purwanto

Anggota Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Masinton Pasaribu dalam Dialog Empat Pilar, yang berlangsung di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. (dok MPR RI)

TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menyatakan akan mendalami perspektif 10 calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam agenda pemberantasan korupsi dan juga bagaimana kepemimpinan dalam pembenahan di internal KPK.

"Kami akan dalami dari sisi integritas, visi-misi rekam jejak dan cara pandang mereka tentang pemberantasan korupsi. Lalu tindakan dan bagaimana kepemimpinan kuat melakukan pembenahan di internal KPK," kata Masinton di Jakarta, Senin.

Dia menilai sisi kepemimpinan capim KPK harus menjadi perhatian karena ada friksi di internal KPK padahal institusi tersebut harus sehat agar kinerja pemberantasan korupsi berjalan profesional.

Menurut dia, capim KPK ke depan harus mampu menindak korupsi dalam skala yang besar, bukan kasus-kasus kecil dan mampu menyelesaikan kasus yang tertunda diselesaikan pada periode lalu.

"Mereka harus mampu menindak korupsi skala besar, bukan ecek-ecek dan mampu selesaikan kasus tunggakan," ujarnya.

Masinton mengatakan, setelah 10 nama capim KPK diumumkan, Komisi III DPR akan meminta masukan masyarakat terkait rekam jejak 10 nama tersebut.

Selain itu, menurut dia, Komisi III akan mengundang Pansel Capim KPK untuk menanyakan beberapa poin yang akan menjadi masukan bagi Komisi III DPR.

Anggota Komisi III DPR RI M. Syafi'i menilai tidak perlu dipersoalkan hanya tersisa satu orang dari Polri dan Kejaksaan Agung dari 10 capim KPK yang disampaikan pansel ke Presiden Jokowi.

"Karena KPK dibuat untuk 'trigger mecanism' terhadap lembaga penegak hukum polisi dan kejaksaan yang selama ini butuh motivasi dorongan agar bisa lebih efektif tangani KKN," kata Syafii.

Menurut dia, pakar hukum dan praktisi hukum yang sudah teruji integritasnya dalam penegakan hukum, layak menjadi pimpinan KPK.

Sebelumnya, Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih mengumumkan 10 nama yang lolos tahap seleksi dan diserahkan kepada Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Senin (2/9).

Ke-10 nama itu adalah Alexander Marwata, Firli Bahuri, I Nyoman Wara, Johanid Tanak, Lili Printauli Siregar, Luthfi H Jayadi, Nawawi Pomolongo, Nurul Ghufron, Robi Arya Brata, dan Sigit Danang Joyo.

Dari 10 nama itu, ada nama Firli Bahuri yang merupakan perwira tinggi Polri dan mantan Deputi Penindakan KPK. Lalu ada nama Johanis Tanak dari unsur Kejaksaan Agung (Kejagung).






Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

6 hari lalu

Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

Menurut Benny, latar belakang Johanis Tanak sebagai jaksa bakal melengkapi komposisi pimpinan di lembaga antirasuah tersebut.


Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

6 hari lalu

Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

Johanis Tanak mendapat suara terbanyak dalam voting tertutup yang digelar Komisi III DPR. Setelah ini nama Johanis Tanak diserahkan ke Presiden.


64 Orang Lolos Seleksi Pejabat KPK

18 Maret 2022

64 Orang Lolos Seleksi Pejabat KPK

Adrianus mengatakan kandidat pejabat KPK itu akan mengikuti seleksi lanjutan, yaitu asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural.


Peserta Seleksi Jubir KPK Tak Ada yang Lolos

29 Januari 2021

Peserta Seleksi Jubir KPK Tak Ada yang Lolos

Saat ini, jubir KPK masih sebatas pelaksana tugas, baik bidang pencegahan maupun penindakan.


Romahurmuziy Cerita Ada Keponakan Capim KPK Minta Jabatan di PPP

13 Januari 2020

Romahurmuziy Cerita Ada Keponakan Capim KPK Minta Jabatan di PPP

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan ada keponakan capim KPK yang meminta jabatan di PPP.


Gerilya PDIP Pilih Lima Nama Capim KPK Sebelum Uji Kelayakan

16 September 2019

Gerilya PDIP Pilih Lima Nama Capim KPK Sebelum Uji Kelayakan

PDIP sejak awal meminta fraksi-fraksi lain meloloskan Irjen Firli Bahuri sebagai capim KPK yang baru.


Pakar Hukum UGM Ini Berharap Ada Kejutan dari KPK

13 September 2019

Pakar Hukum UGM Ini Berharap Ada Kejutan dari KPK

Ia mencatat beberapa pimpinan baru KPK yang tak memiliki masalah dalam aspek integritas, namun di sisi lain bermasalah dalam aspek penerimaan publik.


Fahri Hamzah: Senin, 5 Capim KPK Ditetapkan dalam Paripurna DPR

13 September 2019

Fahri Hamzah: Senin, 5 Capim KPK Ditetapkan dalam Paripurna DPR

Komisi III DPR juga langsung mengadakan rapat antar-pimpinan kelompok fraksi dan memilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023.


Lima Catatan LHKPN Pimpinan KPK 2019-2023

13 September 2019

Lima Catatan LHKPN Pimpinan KPK 2019-2023

Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah memilih lima nama sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.


Sudirman Said: Mundurnya Saut Situmorang Tanda Ada Ketidakberesan

13 September 2019

Sudirman Said: Mundurnya Saut Situmorang Tanda Ada Ketidakberesan

Reaksi Saut Situmorang, dinilai Sudirman Said sebagai bel panggilan bagi masyarakat.