Saritem Digerebek, Pekerja Seks Berpakaian Minim Kaget

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi/pelacuran. David McNew/Getty Images

    Ilustrasi prostitusi/pelacuran. David McNew/Getty Images

    TEMPO.CO, Bandung - Kepolisian Resor Besar Kota Bandung menggerebek lokalisasi pelacuran Saritem Bandung, pada Rabu malam, 20 Mei 2013. Hasil dari penggerebekan tersebut, polisi menjaring ratusan pekerja seks dan puluhan lelaki hidung belang yang sedang "namu" ke lokalisasi terbesar di Kota Bandung itu.

    "Pemkot Bandung kan sudah memerintahkan ditutup. Tapi, setelah dicek ke lapangan masih buka. Dan bukanya enggak tangung-tanggung masih ada 400 rumah yang digunakan sebagai tempat prostitusi," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol kepada wartawan di lokasi penggerebekan, Rabu malam, 20 Mei 2015.

    Penggerebekan dilakukan pada pukul 20.00. Ratusan petugas langsung masuk ke lokalisasi yang berada di dalam perut gang di Jalan Saritem, Kecamatan Andir Kota Bandung itu. Saat penggerebekan, para pekerja seks yang sedang menjajakan diri dengan pakaian minim di dalam rumah-rumah tampak terkejut saat polisi dan awak media berdatangan.

    Setelah digelandang ke kantor Polisi, ratusan pekerja seks, muncikari dan lelaki hidung belang langsung didata. Yoyol mengatakan, setelah pendataan, ratusan pekerja seks tersebut akan dibawa ke panti Dinas Sosial Kota Bandung.

    Adapun total PSK yang dijaring polisi berjumlah 169. Dari sejumlah PSK tersebut, terdapat 6 wanita yang masih di bawah umur, kisaran 16-17 tahun. Yoyol mengatakan, masih akan terus melakukan pengecekan terkait masih adanya muncikari yang mempekerjakan anak dibawah umur sebagai PSK. "Terkait unsur tindak pidana, nanti kita lihat perkembangan hasil pemeriksaan," kata Yoyol.

    Lokalisasi Saritem, sejatinya sudah ditutup secara resmi oleh Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2007. Penutupan tersebut berdasarkan Perda Kota Bandung No. 11/1995. Namun, hingga saat ini bisnis esek-esek di Saritem masih buka.

    Untuk itu, Yoyol mengatakan polisi akan menyisir tempat-tempat di Kota Bandung yang disinyalir melakukan bisnis prostitusi. "Sudah koordinasi dengan Wali Kota, bahwa Polisi diberi kewenangan menindak secara hukum tempat prostitusi," kata Yoyol.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.