Upacara Pemakaman Dubes Burhan Muhammad Secara Militer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI membawa peti jenazah Dubes Indonesia untuk Pakistan Burhan Muhammad setibanya di Base ops Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta, 20 Mei 2015. ANTARA/Regina Safri

    Anggota TNI membawa peti jenazah Dubes Indonesia untuk Pakistan Burhan Muhammad setibanya di Base ops Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta, 20 Mei 2015. ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Prosesi upacara pemakaman Duta Besar Indonesia untuk Pakistan Burhan Muhammad yang dilangsungkan secara militer di pemakaman keluarga Mondoliko, Warung Boto, Umbulharjo, Yogyakarta, berlangsung khidmat, Rabu, 20 Mei 2015.

    Jenazah Dubes Burhan dibawa dari rumah duka menuju kompleks pemakaman pukul 09.30 WIB. Upacara pemakaman dilakukan mulai pukul 10.00 hingga 10.45 WIB.

    Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir dan rombongan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia serta Singapura turut mengantar hingga proses pemakaman selesai dilakukan. Upacara pemakaman itu dimulai dengan membacakan daftar riwayat hidup Dubes Burhan hingga menjadi pejabat Deputi I Badan Intelijen Negara dan ditunjuk sebagai duta besar untuk Pakistan sejak 2012.

    Lokasi makam Dubes Burhan yang awalnya diupayakan berdampingan dengan makam istrinya, Heri Listyowati, akhirnya diubah pihak keluarga karena tidak memungkinkan. Sebab di samping makam lokasi istri Burhan yang dikebumikan pekan lalu sudah ada makam ibunda Heri Listyowati dan terlalu mepet dengan tembok pembatas makam.

    Pihak keluarga pun akhirnya menguburkan jenazah Burhan di lokasi paling ujung utara makam, yang terpaut tiga baris dari makam istrinya.

    Sebelum dimasukkan liang lahat, inspektur upacara pemakaman memberi aba-aba untuk para prajurit TNI dari Kompi Kavaleri Panser (Kikavser) 2 BS Demak Ijo memberikan penghormatan berupa satu kali tembakan ke udara.

    “Dor!” jenazah Burhan yang terbungkus peti kayu dilapisi bendera Merah Putih itu mulai diturunkan perlahan ke liang lahat.

    Peti mati untuk Dubes Burhan bahan dan ukurannya tampak lebih kecil dari peti mati yang digunakan mendiang istrinya. Jenazah Dubes Burhan ditempatkan pada peti kayu sementara jenazah istrinya menggunakan peti berbahan logam.

    “Perbedaan peti itu hanya standar dari rumah sakit saja, antara Pakistan dan Singapura, bukan soal kondisi jenazah atau lainnya,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir.

    Acara pemakaman ditutup dengan doa bersama dan tabur bunga dari pemerintah hingga keluarga. Dubes Burhan dan istrinya meninggal akibat kecelakaan helikopter yang mereka tumpangi di wilayah Pakistan Utara, 8 Mei 2015. Dubes Burhan meninggal pada Selasa dinihari, 19 Mei 2015, sedangkan istrinya wafat seketika saat kejadian.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.