Curhat soal Nasib, Mahasiswa Papua Tebengi Aksi Buruh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang aktivis Solidaritas Mahasiswa Papua berunjuk rasa dengan pakaian tradisional Papua di depan kantor PT Freeport Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta (20/5). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Seorang aktivis Solidaritas Mahasiswa Papua berunjuk rasa dengan pakaian tradisional Papua di depan kantor PT Freeport Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta (20/5). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bandung - Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua bergabung dengan para buruh berunjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, Jumat, 1 Mei 2015. Dalam tuntutannya meraka meminta pemerintah membubarkan Kodan dan Kodim serta menarik militer organik non organik di Papua. Mereka juga menuntut dihentikannya explorasi di Papua serta memberi kebebasan rakyat Papua untuk menentukan nasib sendiri.

    "Hentikan kekerasan dan explorasi di tanah kami. Kami ingin bebas dan menentukan nasib kami sendiri," ujar Nas Karoba, koordinator aksi saat di temui di Gedung Sate, Jumat 1 Mei 2015.

    Dalam aksinya, mereka meminta pemerintah menghentikan tingkat kejahatan yang dilakukan oleh anggota.militer Indonesia. "Untuk memperingati 53 tahun Aneksasi Papua, kami meminta semua tuntutan kami di penuhi. Pada Desember 2014, rakyat Papua dikejutkan dengan keberutalan aparat yang menewaskan 4 orang Papua," kata Ferri salah satu anggota aksi.

    Selain berorasi para mahasiswa Papua juga melakukan aksi teatrikal yang menceritakan perlakuan aparat militer yang tidak manusiawi pada hak dan kebebasan mereka. Selama aksi berlangsung pihak kepolisian menjaga unjuk rasa tersebut.

    Dalam aksi yang di gelar tepat di depan gedung sate ini, tidak hanya Buruh dan mahasiswa papua yang menyampaikan aspirasinya. Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen ikut pula menyampaikan aspirasinya dalam memperingati hari buruh nasional. Para wartawan menuntut kesejahteraan para jurnalis.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Minta Lion Air dan Citilink Turunkan Harga Tiket LCC

    Pemerintah telah memerintahkan dua maskapai penerbangan domestik, Lion Air dan Citilink, untuk menurunkan harga tiket pesawat berbiaya murah.