Rabu, 14 November 2018

Blakblakan Saksi Kunci Pembunuhan Munir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman, Butet Kertarajasa membacakan monolognya berjudul `Aku Pembunuh Munir` dalam acara peringatan 10 tahun meninggalnya aktivis HAM Munir yang bertajuk `Munir Ada dan Berlipat Ganda` di halaman Omah Munir, Kota Batu, Jawa Timur, 7 September 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Seniman, Butet Kertarajasa membacakan monolognya berjudul `Aku Pembunuh Munir` dalam acara peringatan 10 tahun meninggalnya aktivis HAM Munir yang bertajuk `Munir Ada dan Berlipat Ganda` di halaman Omah Munir, Kota Batu, Jawa Timur, 7 September 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kolonel Budi Santoso mengungkap perencanaan pembunuhan aktivis hak asasi manusia Munir Said Thalib pada 7 September 2004. Menurut Deputi Perencanaan dan Pengendalian Operasi Badan Intelijen Negara ini, lembaga telik sandi itu sudah menyiapkan operasi itu jauh sebelum pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan tersebut terbang ke Belanda untuk melanjutkan studi di Utrecht Universiteit. (Baca: Munir dan Penelusuran Terbaru Tempo)

    Budi mengungkap perencanaan itu kepada para penyidik polisi yang dipimpin Brigadir Jenderal Mathius Salempang. Kesaksian diberikan di rumah dinas Duta Besar Indonesia untuk Malaysia di Kuala Lumpur sepanjang Maret-Juli 2008. Ia tak berani pulang setelah ditugaskan ke Kedutaan Indonesia di Pakistan begitu kasus ini meledak. “Ada upaya memaksa saya pulang, lalu saya dihabisi, sehingga pembunuhan Munir ditimpakan kepada saya,” katanya, dalam kesaksian 7 Mei 2008. (Baca: Menteri Hukum: Polycarpus Harusnya Bebas Era SBY)

    Tempo menyaksikan kesaksian Budi melalui rekaman video. Selama pemeriksaan, Budi sering tercenung sebelum menjawab setiap pertanyaan penyidik, mengusap mata, mengelus jenggotnya yang panjang dan memutih. Terutama untuk kesaksiaannya yang mengungkit peran Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot Garuda, yang dihukum karena terbukti meracun Munir di The Coffee Bean dan Tea Leaf Bandar Udara Changi, Singapura. (Baca: Dibebaskan, Pollycarpus Tetap Merasa Tak Bersalah)

    Selengkapnya baca majalah Tempo edisi 8 Desember 2014.

    RUSMAN PARAQBUEQ | MITRA TARIGAN

    Baca berita lainnya:
    KPK Bantah Boediono Sudah Tersangka Kasus Century

    Gubernur FPI Sewot Soal Tunggakan Iuran Warga

    Jokowi Untung Golkar Tolak Perpu Pilkada, Kok Bisa?

    5 Tanda Partai Politik Bakal Bubar

    Tolak Perpu Pilkada, Kubu Prabowo Sebut SBY Pembohong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?