Agun Pertanyakan Percepatan Munas Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi II Agun Gunanjar Sudarsa. Tempo/Tony Hartawan

    Ketua Komisi II Agun Gunanjar Sudarsa. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Agun Gunandar Sudarsa mengaku heran dengan keputusan partainya mempercepat musyawarah nasional. Gunandjar akan mempertanyakan persoalan ini pada rapat pleno persiapan Munas Partai Golkar yang diselenggarakan siang hari ini, Senin, 24 November 2014.

    "Kenapa Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie tak mempertahankan keputusan pleno DPP (penyelenggaraan munas Januari 2015)?" kata Agun melalui pesan pendek.

    Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar di Yogyakarta beberapa waktu lalu memutuskan percepatan musyawarah nasional yang sebelumnya disepakati Januari 2015 menjadi tanggal 30 November 2014. Musyawarah untuk mencari ketua umum baru partai berlambang pohon beringin itu akan digelar di Bandung, Jawa Barat. (Baca juga: Kandidat Ketum Protes Munas Golkar Dipercepat)

    Agun menuduh Aburizal Bakrie menjadi tokoh di balik percepatan Munas Golkar.
    Menurut dia, Abrurizal sengaja menggiring agenda pembahasan Rapimnas Golkar di Yogyakarta. Padahal saat itu tak sedikit kader Golkar yang melakukan protes, tapi tak digubris.

    Agun berencana mendesak DPP Partai Golkar untuk menyepakati panitia pelaksana dan presidium munas. Dia tak ingin panitia munas didominasi kader dari kubu Aburizal. "Lebih baik Hajrianto Tohari (ketua panitia munas), jangan Nurdin Halid lagi seperti di Yogyakarta kemarin," katanya. (Baca juga: Aburizal Khawatir Muncul Partai Baru Usai Munas)

    Agun juga berharap rapat pleno persiapan munas dilakukan minimal dua kali. Rapat yang pertama dilakukan untuk membentuk panitia munas dan mempersiapkan materi. Kemudian rapat kedua untuk mengesahkan seluruh rancangan Materi. "Kalau tak bisa, ya, kembali lagi saja ke Januari 2015 sesuai surat keputusan kepengurusan," kata Agun.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN



    Terpopuler
    Salip Paus, Jokowi Masuk 10 Besar Voting TIME
    Pengamat: Jokowi seperti Sinterklas
    Jokowi atau Prabowo Presiden, BBM Tetap Naik 
    Pimpinan DPR Ini Tak Mau Teken Interpelasi Jokowi 
    PNS Era Jokowi Harus Siap Transfer Antarkota Antarprovinsi
    Kenali 7 Tanda Wanita Mabuk Kepayang pada Pria


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.