Minggu, 18 Februari 2018

Akbar Tandjung Adukan Rakyat Merdeka ke Polisi

Oleh :

Tempo.co

Senin, 14 Juli 2003 15:07 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua DPP Partai Golkar Akbar Tandjung, Rabu (8/1), mengadukan harian Rakyat Merdeka ke Polda Metro Jaya karena pencemaran nama baik. Akbar, kepada para wartawan, mengatakan, “Pencemaran nama baik ini dengan adanya pemberitaan dalam bentuk gambar yang dimuat dalam harian Rakyat Merdeka.” Karikatur di harian Rakyat Merdeka, pada edisi Selasa (7/1), menurut Akbar membuat ia merasa malu, terhina, dan ternista. “Ini merupakan salah satu bentuk pencemaran nama baik saya,” kata Akbar dengan wajah bersungut-sungut di Polda. Karena itu, lanjut Ketua DPR ini, dirinya mengajukan kepada kepolisian untuk melakukan satu tuntutan kepada pihak-pihak yang terkait dalam kasus itu. “Tentunya harian Rakyat Merdeka yang selanjutnya harus diproses secar hukum sesuai ketentuan hulum yang berlaku,” ujarnya. Ketika ditanya kenapa pihaknya tidak menggunakan hak jawab yang disediakan untuk menanggapi pemberitaan, Akbar berkilah, yang dituntutnya adalah gambar dan bukan beritanya. “Itu khan gambar, bukan berita, jadi tidak bisa dengan hak jawab,” kilahnya. Akbar mengakui sebelumnya, pada Rabu (9/1) siang, pemimpin redaksi Rakyat Merdeka mendatangi dirinya di DPR dan menjelaskan dan berusaha menjelaskan soal gambar tersebut. “Saya memang menerima mereka tapi saya mengatakan tetap akan melakukan proses hukum,” ujarnya. Akbar mengungkapkan bahwa pengaduan itu didukung sepenuhnya oleh DPP partai Golkar dan jajarannya. Selain DPP, lanjut Akbar, DPD-DPD Golkar juga mendukung tindakan Akbar tersebut. “Mereka menanyakan apakah ketua umum kita diam saja diperlakukan seperti itu,” katanya sambil menirukan pernyataan DPD. Akbar menjelaskan walaupun laporan dirinya ke Polda Metro Jaya atas nama pribadi, tapi tuntutan tersebut tidak lepas dari jabatannya sebagai ketua umum Partai Golkar. Saat ditanya apakah tindakannya ini dilakukan sebagai usaha pengaluhan dari kasus yang sedang menimpa dirinya, Akbar membantah hal itu berkaitan dengan penetapan dirinya oleh kejaksaan agung sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana non bujeter Bulog 54,6 Milyar. “Sama sekali nggak ada, semuanya jalan terus seperti biasa, tidak ada soal,” ujarnya. Usai tanya jawab, Akbar tandjung langsung meninggalkan Polda Metro Jaya dengan menggunakan Volvo B 2094 BS. (Sam Cahyadi-Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.