Jokowi: Cawapres Bisa Selain Kalla dan Abraham

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi, Calon Presiden dari PDI Perjuangan, menyalami warga ketika menuju ke Pasar Tomohon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, (10/5). Selain mengunjungi pasar, Joko Widodo juga memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Manado. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Jokowi, Calon Presiden dari PDI Perjuangan, menyalami warga ketika menuju ke Pasar Tomohon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, (10/5). Selain mengunjungi pasar, Joko Widodo juga memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Manado. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Makassar - Joko Widodo, calon presiden dari PDI Perjuangan, "membongkar" wacana calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Ia mengungkapkan kemungkinan muncul nama lain selain mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad.

    “Bisa Jusuf Kalla, bisa Abraham Samad, bisa juga yang lain," kata Jokowi kepada wartawan ketika mengunjungi Pos Komando (Posko) Tim Relawan Sahabat Rakyat di Jalan A.P. Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu malam, 10 Mei 2014. “Sabar!”

    Gubernur DKI Jakarta ini tidak menjelaskan lebih jauh perihal siapa calon pendampingnya dalam pemilihan 9 Juli nanti. "Tunggu seminggu,” ujar Jokowi. Dia lalu bergegas masuk mobil untuk menuju Grand Clarion Hotel dan Convention Center.

    Pernyataan Jokowi itu berbeda dengan sebelumnya. Selasa lalu, Jokowi mengindikasikan calon pendampingnya adalah tokoh dari luar Pulau Jawa. Bahkan, tiga hari kemudian, menjelang keberangkatan ke Manado, Sulawesi Utara, Jokowi memberikan sinyal bahwa calon wakilnya adalah Jusuf Kalla atau Abraham Samad. Keduanya tokoh asal Sulawesi Selatan. Setelah mengunjungi Manado, Jokowi melanjutkan perjalanan ke Makassar.

    Tokoh lain yang sedang digodok oleh Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. dan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu. Mahfud asli Madura, sedangkan Ryamizard dari Palembang, Sumatera Selatan. (Baca: Ini Alasan PKB Mendukung Pencapresan Jokowi)

    Di Grand Clarion Hotel dan Convention Center, Jokowi akan meresmikan Tim Relawan Sahabat Rakyat dan Garda Sahabat Jokowi sebagai tim sukarelawan di kawasan timur Indonesia. Dalam acara deklarasi, Jokowi mengatakan bahwa kekuatan calon presiden bukan terletak pada koalisi partai-partai penyokong, melainkan pada rakyat yang memilihnya. "Kalau rakyat yang menghendaki, siapa pun calonnya, pasti terpilih," ucap Jokowi, disambut aplaus hadirin. (Baca: PDIP Ingin Rangkul Demokrat untuk Dukung Jokowi)

    Jokowi mengukuhkan 500 pengurus Tim Relawan Sahabat Rakyat di 12 provinsi di kawasan timur Indonesia. Di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

    ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


    Berita terpopuler:
    Ingin Jadi Cawapres, Ical Kejar Mega ke Bali 
    Jokowi: Saya Memang Belum Pernah Jadi Presiden 
    Pro-Jokowi Laporkan 'RIP Jokowi' ke Polisi 
    Hujatan Video Mulan Jameela di YouTube  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.