Kejaksaan Akhiri Pemblokiran Aset Asian Agri

Reporter

Editor

Abdul Malik

Basrif Arief. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung akan segera membuka pemblokiran atas aset PT Asian Agri Group senilai Rp 5,3 triliun. Padahal Asian Agri baru membayar denda sepertiga dari jumlah Rp 2,5 triliun. "Ini sebagai penghargaan dari prestasi mereka mau membayar denda," kata Jaksa Agung Basrief Arief di kantornya, Kamis, 30 Januari 2014.

Pembukaan blokir ini akan dilakukan pekan depan. "Ada proses administrasinya," kata Ketua Satuan Tugas Khusus Barang Rampasan dan Sita Eksekusi Chuck Suryosumpeno. Chuck mengatakan, ketentuan dalam pemulihan aset, penegak hukum tidak boleh mencederai pihak yang dieksekusi. (Baca juga: Jaksa Siapkan Strategi Rahasia Hadapi Asian Agri)

"Kami kan blokir perusahaannya, bisa enggak berkembang kalau tidak dibuka," kata Chuck. Padahal, beberapa waktu lalu, Chuck menyatakan pemblokiran tidak akan mengganggu jalannya perusahaan.

PT Asian Agri Group menyatakan sanggup membayar denda pidana Rp 2,5 triliun. Namun perusahaan itu membayar dengan sistem mencicil. Pada tahap pertama, perusahaan pengemplang pajak itu membayar tunai Rp 719 miliar. "Sudah masuk kas negara pada 29 Januari 2014 kemarin," kata Basrief. (Baca juga: Kejaksaan Setuju PTPN Kelola Aset Asian Agri)

Sisanya akan dicicil Rp 200 milar selama sembilan bulan. PT Asian Agri menjaminkan 126 lembar bilyet giro pada Kejaksaan. Kemudian Kejaksaan menitipkannya pada Bank Mandiri. Basrief menyebutkan dirinya telah menelepon direktur utama bank pelat merah itu. "Saya minta atensi khusus dari beliau," kata dia.

TRI ARTINING PUTRI

Terpopuler :
Ibas Takut Komentari Anas Urbaningrum
Anas Simpan Aset Rp 2 Triliun di Singapura?
Bali Bentuk Sukarelawan 'Semeton Jokowi' 
PLN Tolak Komentari Kasus Belawan 
Tuduh Ibas, Anas Urbaningrum Diminta Tunjukkan Bukti






Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

11 Agustus 2022

Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

Berikut beberapa kasus besar yang pernah berhasil dibongkar karena bantuan justice collaborator.


Mantan Jaksa Agung Basrief Arief Meninggal Dunia

23 Maret 2021

Mantan Jaksa Agung Basrief Arief Meninggal Dunia

Eks Jaksa Agung Basrief Arief meninggal dunia pada hari ini, 23 Maret 2021, sekitar pukul 10.00 WIB


Kejaksaan Agung Tangkap Buron Penggelapan Pajak Rp 10,68 Miliar

26 Januari 2018

Kejaksaan Agung Tangkap Buron Penggelapan Pajak Rp 10,68 Miliar

Kejaksaan Agung menangkap buron tindak pidana pajak sebesar Rp 10,68 miliar, Albertus Irwan Tjahjadi Oedi. Terpidana tidak menyetor pajak ke negara.


Begini Cara Anies Baswedan Tagih Pajak 746 Mobil Mewah di DKI

12 Januari 2018

Begini Cara Anies Baswedan Tagih Pajak 746 Mobil Mewah di DKI

Untuk meningkatkan pembayaran pajak kendaraan bermotor, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengumumkan 746 mobil mewah penunggak pajak.


Kementerian Koperasi: Baru 397 Ribu UMKM Bayar Pajak dari 59 Juta

29 Agustus 2017

Kementerian Koperasi: Baru 397 Ribu UMKM Bayar Pajak dari 59 Juta

Kementerian Koperasi dan UMKM menyebut hanya 397 ribu pelaku dari total UMKM yang membayar pajak.


Badan Pajak DKI Razia Kendaraan Penunggak Pajak di 13 Wilayah  

11 Agustus 2017

Badan Pajak DKI Razia Kendaraan Penunggak Pajak di 13 Wilayah  

Sembari merazia tunggakan pajak, polisi menindak pelanggar lalu lintas, seperti tidak membawa surat kendaraan atau tidak menaati rambu.


DKI Akan Kejar Penunggak Pajak Mobil Mewah Sampai ke Rumah  

11 Agustus 2017

DKI Akan Kejar Penunggak Pajak Mobil Mewah Sampai ke Rumah  

Perburuan penunggak pajak mobil mewah akan melibatkan Ditlantas Polda Metro Jaya.


Bawa Barcelona Tumbangkan MU, Neymar Juga Dapat Kabar Gembira

27 Juli 2017

Bawa Barcelona Tumbangkan MU, Neymar Juga Dapat Kabar Gembira

Neymar mendapatkan kabar bahwa dirinya terlepas dari kasus penggelapan pajak sesaat setelah Barcelona menumbangkan MU.


Ditjen Pajak Perintahkan Satu Penunggak Disandera Setiap Hari  

14 Juli 2017

Ditjen Pajak Perintahkan Satu Penunggak Disandera Setiap Hari  

Direktorat Jenderal Pajak diminta bekerja lebih keras sehingga shortfall pajak bisa berkurang Rp 30 triliun.


Dituntut 15 Tahun Penjara, Handang Mengaku Bukan Pelaku Utama  

22 Juni 2017

Dituntut 15 Tahun Penjara, Handang Mengaku Bukan Pelaku Utama  

Kepala Subdirektorat Bukti Permulaan, Direktorat Penegakan Hukum di Dirjen Pajak Handang Soekarno, irit bicara di depan hakim Pengadilan Tipikor.