Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

Reporter

Editor

Nurhadi

Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto mendengarkan kesaksian dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 5 Februari 2018. Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan tiga orang saksi salah satunya Dedi Priyono yang merupakan kakak terpidana korupsi pengadaan e-KTP, Andi Narogong. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum Bharada E mengajukan justice collaborator (JC) dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J, ada beberapa kasus yang telah menggunakan metode tersebut dalam menuntaskan kasus-kasus besar. Berikut beberapa kasus besar yang pernah berhasil dibongkar karena bantuan justice collaborator:

1. Kasus suap red notice Djoko Tjandra

Permohonan Tommy Sumardi sebagai justice collaborator diterima dan dibacakan jaksa dalam sidang tuntutan Tommy Sumardi yang digelar pada 15 Desember 2020. Saat itu, Tommy yang berposisi sebagai terdakwa akan bekerja sama menjadi saksi pelapor. Tugasnya ialah memberikan keterangan atau bukti-bukti yang signifikan untuk membongkar sistem dari kasus tersebut.

Meskipun Tommy dituntut denda sebesar Rp100 juta subsider 6 bulan pidana badan, namun jaksa mempertimbangkan sejumlah hal untuk memperingan kurungannya. Hal ini dikarenakan dirinya yang dinilai telah mengakui perbuatannya di dalam persidangan.

2. Kasus penggelapan pajak Asian Agri Group

Kasus penggelapan pajak ini diungkapkan dengan metode justice collaborator oleh mantan karyawan PT Asian Agri, Vincentius Amin Sutanto. Alhasil, Vincet mendapatkan pembebasan bersyarat sebagai penghargaan atas jasanya mengungkap kejahatan pajak PT Asian Agri.

Tidak melakukannya seorang diri, ia bekerja sama dengan aparat kepolisian dan penegak hukum. Ia juga dibantu dalam perlindungan diri oleh Lembaga Perlindangan Saksi dan Korban (LPSK)

Kasus ini dikenal telah memakan kerugian negara sebesar Rp1,259 trilliun. Dengan adanya pengungkapan laporan dari Vincent membuat Mahkamah Agung telah memutuskan mantan manajer pajak PT Asian Agri, Suwir Laut alias Lie Che Sui, sebagai terdakwa dengan vonis hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp2,5 triliun

3. Kasus korupsi pengadaan e-KTP

Dalam catatan Tempo, kasus korupsi e-KTP telah dibantu oleh tiga terdakwa yang menjadi justice collaborator. Ketiga terdakwa tersebut yaitu mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto; mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman; serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Hakim Ketua, Jhon Halasan, yang mengabulkan permohonan tersebut menilai mereka telah berterus terang pada kesalahannya, ditambah buka pelaku utama. Selain itu, mereka telah membantu mengungkap peran aktor lain dalam perkara e-KTP.

4. Kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia

Kasus terakhir yang menjadi justice collaborator ialah mantan anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI dari PDI Perjuangan Periode 1999-2004, Agus Condro, yang mengaku ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi soal bagi-bagi cek pelawat yang terjadi pada 8 Juni 2004.

Melansir business-law.binus.ac.id. ia mengakui bahwa cek tersebut dibagikan setelah kemenangan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Akibat pengakuan Agus ini, empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004 menjadi terpidana dan 20 orang terdakwa.

Saat itu, Agus yang berperan sebagai justice collaborator bekerja sama dengan penegak hukum. Meskipun ia terkena hukuman satu tahun enam bulan kurungan, namun ia banyak mendapat apresiasi.

FATHUR RACHMAN

Baca juga: Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator






Adnan Buyung Nasution dalam Kenangan Bambang Widjojanto: Seandainya Hari Ini ABN Masih Ada...

3 hari lalu

Adnan Buyung Nasution dalam Kenangan Bambang Widjojanto: Seandainya Hari Ini ABN Masih Ada...

Bambang Widjojanto ingat betul Adnan Buyung Nasution yang memberinya jalan di LBH dan YLBHI kemudian. Begini kesannya terhadap pendekar hukum itu.


Bripka Ricky Rizal Ajukan Justice Collaborator, LPSK: Ditelaah Dulu

15 hari lalu

Bripka Ricky Rizal Ajukan Justice Collaborator, LPSK: Ditelaah Dulu

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengetahui adanya permohonan Bripka Ricky Rizal untuk menjadi justice collaborator.


Bripka Ricky Rizal Berencana Ajukan Justice Collaborator, LPSK: Nanti Ditelaah Persyaratannya

15 hari lalu

Bripka Ricky Rizal Berencana Ajukan Justice Collaborator, LPSK: Nanti Ditelaah Persyaratannya

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengetahui adanya permohonan Bripka Ricky Rizal untuk menjadi justice collaborator.


Apa Tugas Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)?

30 hari lalu

Apa Tugas Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)?

MKD memanggil Menkopolhukam Mahfud Md dan Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso terkait Kasus Irjen Ferdy Sambo. Lantas apa tugas dari MKD?


Kepala PPATK Sebut Pelaku Judi Online Sangat Piawai Hilangkan Jejak, Ini Deretan Modusnya

34 hari lalu

Kepala PPATK Sebut Pelaku Judi Online Sangat Piawai Hilangkan Jejak, Ini Deretan Modusnya

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana blak-blakan membeberkan aktivitas judi online di Tanah Air makin menjamur.


Inilah Perlindungan yang Didapat Bharada E setelah Berstatus Justice Collaborator

41 hari lalu

Inilah Perlindungan yang Didapat Bharada E setelah Berstatus Justice Collaborator

Sebagai justice collaborator, Bharada E akan menerima beberapa perlindungan. Di antaranya perlindungan fisik melekat, hukum, keluarga, dan rehabilitasi psikologis.


Kasus Brigadir J, Pengacara Sebut Sejak Awal Yakini Bharada E Mengeksekusi Atas Perintah Sambo

41 hari lalu

Kasus Brigadir J, Pengacara Sebut Sejak Awal Yakini Bharada E Mengeksekusi Atas Perintah Sambo

Pengacara keluarga Brigadir J menilai Bharada E hanya menerima perintah dari atasannya. Saat ini tamtama polisi itu menjadi justice collaborator.


Pengacara Ajukan Psikolog untuk Bharada E ke Bareskrim

42 hari lalu

Pengacara Ajukan Psikolog untuk Bharada E ke Bareskrim

Pengajara Bharada E ajukan pendampingan psikolog untuk kliennya. Optimis Bharada E bisa bebas.


Pengacara Bharada E Berharap Kliennya Bisa Bebas di Kasus Pembunuhan Brigadir J

42 hari lalu

Pengacara Bharada E Berharap Kliennya Bisa Bebas di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Ronny mengatakan, bahwa Bharada E tidak ada niat dan tidak termasuk dalam rencana pembunuhan.


LPSK Terima Permohonan Justice Collaborator Bharada Richard Eliezer

42 hari lalu

LPSK Terima Permohonan Justice Collaborator Bharada Richard Eliezer

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan Bharada Richard memenuhi syarat sebagai JC dan tidak memiliki mens rea