Jumat, 16 November 2018

Bandung Gelar Sayembara Desain Babakan Siliwangi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah seniman melakukan upacara melepas jin di acara menolak komersialisasi hutan kota dunia Babakan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/2). TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah seniman melakukan upacara melepas jin di acara menolak komersialisasi hutan kota dunia Babakan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/2). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung-Pemerintah Kota Bandung menganggarkan dana senilai Rp 300 juta dari APBD untuk sayembara desain wajah Hutan Kota Babakan Siliwangi. Kepala Bidang Taman Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung Dadang Dharmawan mengajak masyarakat berlomba-lomba menyumbang idenya.

    "Baksil (Babakan Siliwangi) itu banyak pihak yang perhatian. Supaya adil, maka kami libatkan semuanya," ujar Dadang kepada wartawan Selasa 14 Januari 2014. Peserta yang menang akan mendapatkan hadiah.

    Menurut Dadang, sayembara akan diluncurkan pemerintah sekitar bulan Februari-Maret tahun ini. Saat ini tengah disusun kriteria sebagai acuan desain yang diajukan peserta sayembara. Harapan Pemkot, setiap rancangan yang masuk bisa mendorong Baksil jadi hutan kota yang mendunia.

    Beberapa hal yang telah terumuskan antara lain desain Baksil harus memiliki kolam penangkap air dan sarana rekreasi. “Pokoknya harus terasa hutan meski pun di kota," ujarnya. Selain itu, Pemkot juga berharap agar Baksil tidak lagi dipagari lagi.

    Sebelumnya, menurut Dadang, Pemkot Bandung pernah melakukan sayembara yang sama, untuk jembatan pedestrian Cikapundung (jembatan di samping kawasan Baksil). Namun, rencana yang berjalan saat kepemimpinan Dada Rosada itu belum rampung.

    Sementara saat ini, pemkot Bandung hanya berencana menata ulang kawasan baksil yang dikelilingi pagar saja, tidak sampai jembatan tersebut.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan penambahan ruang terbuka hijau menjadi prioritasnya. Ia ingin menjadikan Bandung sebagai kota taman. Selain hutan kota Baksil, pihaknya akan menerima hibah lahan RTH baru dari PT Kereta Api Indonesia. "Kami akan terima 10 hektare lagi dari PT KAI untuk dibangun hutan kota terbesar di Jalan Laswi," kata Ridwan.

    Menurut Ridwan, PT KAI memiliki total lahan mencapai 45 hektare dan sebanyak 10 hektare akan dihibahkan. "Selain KAI, kamu pun akan terima hibah sebesar 20 hektare di daerah Punclut untuk RTH," kata Ridwan.

    Pemerintah Bandung mentargetkan memiliki RTH hingga 30 persen. Untuk mengejar target itu, Ridwan mengatakan butuh secepatnya 10 tahun. Caranya mencicil lahan-lahan terbuka baru dengan menggerakkan komunitas-komunitas, dan menghidupkan tema di taman yang sudah ada.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga