Ini Perbedaan Kasus Hambalang dengan Kasus Lain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • M. Nazaruddin. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    M. Nazaruddin. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Hifdzil Alim menyatakan, ada perbedaan pemeriksaan terhadap kasus Hambalang dan kasus lain. Inilah yang membuat kasus Hambalang lebih lamban daripada kasus lain seperti kasus impor daging akhir Januari 2013 lalu.

    “Pada kasus impor daging, langsung tertangkap tangan, lebih mudah,” kata Hifdzil saat dihubungi, Jumat, 5 Juli 2013. Selain itu, ada penyadapan pada kasus yang melibatkan politikus Partai Keadilan Sejahtera itu. “Kalau di kasus Hambalang setau saya tidak ada penyadapan,” kata dia.

    Begitu pula jika dibandingkan dengan kasus pengadaan Al Quran. Menurut Hifdzil dalam kasus pengadaan Al Quran, pemberian dana Fahd El Fouz kepada Wa Ode dapat langsung dilacak. “Dalam kasus Al Quran juga ada penyadapan,” kata Hifdzil.

    Menurut Hifdzil, puzzle kasus Hambalang yang berawal dari kasus wisma atlet
    memang cenderung lebih sulit pembuktiannya. “Nazarudin bilang ada rapat-rapat dengan anggota dewan, kemudian ada mark up Hambalang,” kata Hifdzil. Namun Hifdzil menilai, rapat-rapat tersebut belum dapat dibuktikan secara rinci.

    Perbedaan 'pintu masuk' inilah yang menurut Hifdzil membuat Hambalang berbeda dengan kasus lain.

    Kemarin, kalangan penggiat antikorupsi mengaku heran dengan sikap KPK dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Ketua Pusat Studi Hukum Pidana Universitas Trisakti, Yenti Garnasih menilai, kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa KPK tidak maksimal mengusut kasus karena faktor intervensi atau takut kepada kekuasaan.

    Yenti membandingkan kasus Hambalang dengan kasus impor daging dengan terdakwa bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq serta korupsi Al Quran pada Juni 2012 dengan terpidana kasus politikus Golkar, Zulkarnaen Djabar. Menurut Yenti penanganan kedua kasus ini sangat cepat.

    TRI ARTINING PUTRI

    Topik Terhangat:
    Tarif Progresif KRL
    | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.