Minggu, 27 Mei 2018

Di Tempat Ini, Kemampuan Relawan PMI Diasah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • JKetua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla. ANTARA/Andika Wahyu

    JKetua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar Temu Karya Nasional V di Selorejo, Malang, Jawa Timur. Acara yang digelar mulai hari ini, Senin, 24 Juni hingga 30 Juni 2013, ditujukan untuk mengasah keterampilan para relawan PMI di seluruh Indonesia.

    "Relawan PMI harus terkoordinasi, terlatih, dan punya hubungan nasional dan internasional karena bencana tidak mempunyai batas wilayah," kata Ketua PMI, Jusuf Kalla, saat membuka acara di Selorejo, Malang, Senin, 24 Juni 2013.

    Selain diikuti sekitar 3 ribu orang relawan dari seluruh Indonesia, acara ini juga diikuti relawan dari Jepang, Malaysia, Italia, Arab Saudi, Singapura, dan Vietnam. Menteri dan pengusaha pun terlibat dalam kegiatan tersebut.

    "Pertemuan ini untuk evaluasi pekerjaan, pelatihan, dan kesiap-siagaan serta menjalin kerjasama," kata Kalla. Menurut dia, relawan yang menjadi pekerja kemanusiaan selain harus mempunyai keterampilan dan pergaulan luas, juga harus menjunjung keikhlasan dalam menjalankan tugasnya. "Relawan telah menunjukkan darma baktinya pada bangsa," katanya.

    Saat ini, PMI memiliki sekitar 1 juta relawan, yang terdiri atas Korps Sukarela (KSR) sebanyak 32.568 orang, Tenaga Sukarela (TSR) sebanyak 19.294 orang, dan Donor Darah Sukarela (DDS) sebanyak 893.381 orang. Dengan jumlah ini, PMI menjadi organisasi palang merah relawan terbesar dunia dari 188 negara yang tergabung dalam Palang Merah dan Bulan Sabir Merah.

    ANGGA SUKMA WIJAYA

    Topik Terhangat
    Razia Bobotoh Persib | Puncak HUT Jakarta | Penyaluran BLSM

    Berita Terpopuler
    Persib vs Persija Batal, Bobotoh Blokir Pintu Tol

    Basuki: Jakarta Bukan Hanya untuk Orang Kaya 

    Macet 'Gila' di Perayaan Ulang Tahun Jakarta  


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.