5 Kejanggalan Kasus Simulator SIM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta ujian SIM C mengendarai sepeda motor di ruang Riding Simulator R2 di Polrestabes Bandung, Jawa Barat, (2/8). Dari enam simulator, hanya satu yang berfungsi normal. TEMPO/Prima Mulia

    Seorang peserta ujian SIM C mengendarai sepeda motor di ruang Riding Simulator R2 di Polrestabes Bandung, Jawa Barat, (2/8). Dari enam simulator, hanya satu yang berfungsi normal. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta -- Markas Besar Kepolisian berkukuh mengusut kasus korupsi simulator. Padahal, Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang KPK dengan tegas menyebutkan, KPK lebih berwenang. Berikut ini sejumlah kejanggalan sejak awal kasus ini muncul di media massa.

    1. Ada-tidaknya korupsi
    Majalah Tempo edisi 23 April menuliskan korupsi proyek simulator. Pemberitaan itu dibantah oleh juru bicara Mabes Polri pada 13 Mei. Isinya, tidak ada korupsi di Korps Lalu Lintas Polri sebesar Rp 196 miliar terkait dengan proyek simulator.

    Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri justru menyelidiki kasus simulator setelah melihat pemberitaan Tempo. Perintah penyelidikan bernomor Sprinlid /55/V/2012/Tipidkor tanggal 21 Mei 2012.

    2. Awal mula pengusutan
    KPK mengusut kasus simulator sejak Januari 2012. Pada 27 Juli 2012, KPK menetapkan Inspektur Jenderal Djoko Susilo, bekas Kepala Korps Lalu Lintas, sebagai tersangka. Polisi mengaku baru memeriksa 33 saksi. Belum ada tersangka.

    3. Penggeledahan
    Pada 30 Juli, KPK menggeledah kantor Korps Lalu Lintas. Polisi "menyandera" dengan alasan bahwa kasus simulator juga sedang diusut.

    4. Penetapan tersangka
    Pada 31 Juli, polisi menetapkan lima tersangka. Tiga orang di antaranya sama dengan KPK.

    5. Kerja sama investigasi
    Polisi dan KPK menggelar pertemuan dan membuat kesepakatan bersama pengusutan kasus simulator. Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang KPK dengan tegas menyebutkan, jika KPK mulai menyidik, Kepolisian dan Kejaksaan tak berwenang lagi.

    NASKAH dan BAHAN: ANGGRITA DESYANI | SUKMA

    SUMBER: TNR (DIOLAH)

    Berita lain:
    Lika-liku Simulator SIM
    KPK Didesak Rebut Kasus Simulator SIM dari Polri

    Polri Ogah Serahkan Saksi Kunci Korupsi Simulator

    Polisi Langgar Wewenang KPK

    Whistleblower Simulator SIM Pernah Dipukuli Polisi

    Begini Cara Sukotjo Bambang Menyuap Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.