Indonesia Pertimbangkan Permintaan Singapura Soal Mas Slamet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia mempertimbangkan permintaan Singapura dalam bentuk pendeportasian Mas Slamet bin Kastari yang ditangkap di Tanjung Pinang, Riau. Hanya saja, hal tersebut bersifat timbal balik karena hingga saat ini Indonesia-Singapura belum memiliki perjanjian ekstradisi. Bisa kita pertimbangkan untuk deportasi, kata Menteri Kehakiman dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, sebelum mengikuti Rapat Kabinet, di Gedung Utama Sekneg, Kamis (6/2). Pernyataan itu dilansir berkait dengan permintaan Singapuran terhadap Mas Slamet, warganya yang sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang Interpol sebagai buronan yang sangat berbahaya. Kepolisian Siangapura sendiri sudah menemui Mas Slamet yang dianggap sebagai Ketua Jamaah Islamiyah, di Riau, kemarin. Lebih lanjut, Yusril menjelaskan pertimbangan deportasi itu didasarkan atas asas timbal balik. Artinya, untuk kasus serupa, Singapura juga harus melakukan hal yang sama terhadap Indonesia.Jadi, mereka harus ada komitmen itu, kata dia. Di tempat yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Dai Bachtiar, menjelaskan pihaknya masih menyelidiki Mas Slamet. Walaupun penyelidikan masih berkisar pada tuduhan pemalsuan dokumen, polisi akan mengecek lebih jauh mengenai kapasitas Mas Slamet, termasuk kegiatannya di Indonesia dan Singapura. Dai menambahkan, penyelidikan polisi juga terus dikembangkan, termasuk pada tindakan yang ada kaitannya dengan perencanaan bom di Bali. Tapi, baru kita umumkan nanti agar lebih lengkap, kata dia. (Dede Ariwibowo Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.