Babinsa: Warisan Orde Lama yang Menjadi Alat Politik Orde Baru

Reporter

Editor

Nurhadi

Badan Pembina Desa (Babinsa). TEMPO/Nirfan Rifki

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Dudung Abdurachman, berencana mengembalikan fungsi Bintara Bina Desa (Babinsa) seperti Era Orde Baru. Hal tersebut bertujuan untuk menangkal gerakan-gerakan ekstremis-radikal yang mungkin muncul di level akar rumput.

Babinsa nantinya mampu mengumpulkan informasi mengenai gerak-gerik kelompok ekstremis-radikal dan menginisiasi tindakan berupa laporan, serta koordinasi dengan kepolisian di daerah binaannya. 

Babinsa merupakan satuan militer yang erat kaitannya dengan Orde Baru. Dilansir dari repository.ugm.ac.id, Babinsa merupakan satuan militer terkecil yang bergerak di level desa. Selama Orde Baru, Babinsa dikenal sebagai instrumen pendisiplinan warga negara yang berada di desa.

Pendisiplinan tersebut tidak lain bertujuan untuk menjaga keutuhan negara pada waktu itu dengan berbagai tindakan, seperti mengawasi kelompok subversif, memastikan para penduduk desa memilih Partai Golkar di Pemilu, dan berbagai tindakan lain. 

Meskipun dikenal sebagai satuan militer yang erat dengan Orde Baru, Babinsa nyatanya sudah ada sejak Era Orde Lama. Catatan Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam "Laporan Umum Pilot-Survey Pusaka Djiwa: Tentang Faktor-Faktor jang Mengandung Potensi Gerakan Kerukunan dalam Masjarakat di Kota Sukabumi" menyebutkan bahwa Babinsa sudah ada di beberapa Desa Indonesia setelah 1963.

Ulf Sundhaussen dalam Politik Militer Indonesia 1945-1967: Menuju Dwi Fungsi ABRI mencatat setidaknya ada 3.473 tentara yang beroperasi di level desa pada 1964. Pada waktu itu, tentara-tentara yang beroperasi di level desa disebut sebagai Bintara Pembina. 

Lebih lanjut, sebagaimana dijelaskan oleh Sundhaussen, tentara yang tergabung dalam Bintara Pembina kembali hadir di Era Orde Baru dan berubah menjadi Babinsa. Secara struktural, Babinsa di Era Orde Baru memiliki posisi yang pasti.

Babinsa di Era Orde Baru secara berturut-turut berada di bawah Komando Daerah Militer (Kodam), Komando Resort Militer (Korem), Komando Distrik Militer (Kodim), dan Komando Rayon Militer (Koramil). Babinsa memegang berbagai peran penting di Era Orde Baru. 

Dalam buku Buku Siliwangi Dari Masa ke Masa, Babinsa digambarkan sebagai negara bayangan yang mengawasi gerak-gerik kelompok subversif di level desa. Secara spesifik, Babinsa mengawasi potensi bangkitnya elemen Partai Komunis Indonesia (PKI) yang umumnya bergerak dengan menggaet para petani dan buruh di desa.

Berbagai surat kabar dan arsip juga menyebutkan bahwa Babinsa memegang peranan penting dalam memenangkan Partai Golkar di setiap penyelenggaraan Pemilu. 

BANGKIT ADHI WIGUNA

Baca juga: Babinsa, Tugas, dan Tanggung Jawabnya

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung, Penjagaan Polres Metro Depok Diperketat

1 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung, Penjagaan Polres Metro Depok Diperketat

Setelah bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, pengamanan di kantor polisi diperketat, salah satunya di Polres Metro Depok.


Angin Puting Beliung Rusak 18 Bangunan di Bogor, Sempat Putuskan Akses Jalan

3 hari lalu

Angin Puting Beliung Rusak 18 Bangunan di Bogor, Sempat Putuskan Akses Jalan

BPBD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat sebanyak 18 bangunan rusak akibat peristiwa angin puting beliung di Kecamatan Ciampea, Bogor.


Kepolisian Spanyol Investigasi Pengirim Teror Bom Surat

3 hari lalu

Kepolisian Spanyol Investigasi Pengirim Teror Bom Surat

Ada enam bom surat yang dikirim dengan sasaran pejabat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Bom surat kemungkinan dikirim dari Kota Valladolid.


Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman

5 hari lalu

Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman

KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman menyatakan akan mendukung Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI.


Selain Setujui Yudo Margono Sebagai Panglima TNI, DPR Juga Sepakat Berhentikan Andika Perkasa

6 hari lalu

Selain Setujui Yudo Margono Sebagai Panglima TNI, DPR Juga Sepakat Berhentikan Andika Perkasa

DPR memberhentikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI dengan hormat setelah menyetujui pencalonan Laksamana Yudo Margono.


Yudo Margono Dapat Lampu Hijau jadi Panglima TNI dari DPR

6 hari lalu

Yudo Margono Dapat Lampu Hijau jadi Panglima TNI dari DPR

Komisi I DPR menyetujui Yudo Margono sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Andika Perkasa.


Calon Panglima TNI Yudo Margono: Keamanan Indonesia Cukup Stabil, Tapi Masih Ada Isu Menonjol

6 hari lalu

Calon Panglima TNI Yudo Margono: Keamanan Indonesia Cukup Stabil, Tapi Masih Ada Isu Menonjol

Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menilai kemanan indonesia cukup stabil meskipun ada sejumlah isu yang cukup menonjol.


Yudo Margono Berjanji Tak Akan Ada Anggotanya yang Sakiti Hati Rakyat, Jika Terpilih Jadi Panglima TNI

6 hari lalu

Yudo Margono Berjanji Tak Akan Ada Anggotanya yang Sakiti Hati Rakyat, Jika Terpilih Jadi Panglima TNI

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono berjanji tak akan ada lagi oknum prajurit arogan jika dirinya terpilih sebagai Panglima TNI menggantikan Andika Perkasa. Hal ini Yudo sampaikan saat memaparkan visi misi dalam uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di DPR RI.


Sejumlah Pejabat Utama TNI Dampingi Yudo Margono Tes Panglima TNI di DPR

6 hari lalu

Sejumlah Pejabat Utama TNI Dampingi Yudo Margono Tes Panglima TNI di DPR

Dengan banyaknya dukungan dari koleganya, Yudo Margono mengaku tak tegang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan hari ini.


PPP Ungkap Opsi Mekanisme Penentuan Capres-Cawapres Koalisi Indonesia Bersatu

8 hari lalu

PPP Ungkap Opsi Mekanisme Penentuan Capres-Cawapres Koalisi Indonesia Bersatu

Pertemuan Koalisi Indonesia Bersatu malam ini akan membahas mekanisme pemilihan capres dan cawapres 2024. Ada beberapa opsi.