Delegasi Indonesia Terlibat Diseminasi Final Communique di Y20 Italia 2021

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puteri Anetta Komarudin (26 tahun), menjadi anggota DPR berusia muda atau dapat dibilang golongan milenial pada periode 2019-2024. Wakil dari daerah pemilihan Jawa Barat VII dari Partai Golkar sekaligus putri dari mantan ketua DPR, Ade Komarudin ini tercatat memiliki harta Rp 40 miliar. Instagram/@Puterikomarudin

    Puteri Anetta Komarudin (26 tahun), menjadi anggota DPR berusia muda atau dapat dibilang golongan milenial pada periode 2019-2024. Wakil dari daerah pemilihan Jawa Barat VII dari Partai Golkar sekaligus putri dari mantan ketua DPR, Ade Komarudin ini tercatat memiliki harta Rp 40 miliar. Instagram/@Puterikomarudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia mengirimkan delegasi ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara G20, Y20 Summit Italia 2021. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Puteri Anetta Komarudin (Anggota DPR RI) dan beranggotakan Angelo Wijaya (Konsultan Bank Dunia) dan Caroline Dea Tasirin (Dosen Universitas Sam Ratulangi).

    Dalam acara yang diselenggarakan pada 19-23 Juli 2021, delegasi Indonesia yang telah berkontribusi aktif berhasil menghasilkan communique yang berisi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada para pemimpin G20 dan pemerintah Indonesia.

    Michael Sianipar, Ketua Indonesian Youth Diplomacy (IYD) mengapresiasi kontribusi aktif delegasi yang mampu menghasilkan communique dalam KTT. “Kami ucapkan selamat untuk para delegasi dan terima kasih atas sumbangsih pemikiran yang tertuang dalam communique ini,” kata Michael seperti dikutip oleh Tempo dari Press Release yang dikeluarkan oleh IYD, Jumat, 24 September 2021.

    Dikutip dari Press Release yang dikeluarkan oleh IYD, communique hasil Y20 Summit Italia 2021 berisi rekomendasi kebijakan tiga pilar utama pembangunan, yaitu: (1) Inklusi dan Kesempatan yang Sama; (2) Keberlanjutan, Iklim, dan Energi; dan (3) Inovasi, Digitalisasi, dan Masa Depan Pekerjaan.

    Puteri yang terlibat dalam perumusan rekomendasi pilar “Inklusi dan Kesempatan yang Sama” menekankan pentingnya akses pemuda dalam ranah politik dan keuangan. “Kami yakin bahwa inklusi ini sangat berperan penting untuk memastikan representasi pemuda dalam pengambilan keputusan dan mewujudkan ekonomi inklusif,” kata Puteri.

    Pada pilar “Keberlanjutan, Iklim, dan Energi”, para delegasi sepakat untuk mengedepankan kenyataan ilmiah sebagai pedoman dalam mengambil tindakan adaptif dan mitigasi perubahan iklim.” Kami mendorong pemulihan perekonomian ke arah yang lebih hijau setelah terdampak Covid-19,” kata Dea.

    Selain itu, pada pilar ini, para delegasi juga mendorong perjuangan hak pemuda, masyarakat adat, dan masyarakat rentan terhadap perubahan iklim untuk ikut dilibatkan dalam pembuatan kebijakan aksi iklim.

    Angelo Wijaya, yang terlibat dalam pembahasan pilar “Inovasi, Digitalisasi, dan Masa Depan Pekerjaan” menitikberatkan pada pentingya perlindungan sosial bagi pekerja. “Kami merekomendasikan untuk setiap negara memberikan perhatian pada program keterampilan (skilling), pelatihan keterampilan kembali (reskilling), dan peningkatan keterampilan yang terjangkau untuk pekerjaan masa depan,” kata Angelo.

    Communique ini bertujuan untuk mengawal rekomendasi-rekomendasi yang menjadi perhatian dan inisiatif dari para pemuda negara-negara G20 untuk bisa diimplementasikan di masing-masing negara.

    Delegasi Indonesia dan IYD, selaku organisasi resmi yang mengirimkan delegasi ke Y20 Summit, juga berkomitmen untuk menyampaikan communique ini kepada kementerian dan lembaga terkait agar dapat segera diimplementasikan. “Harapannya, dengan diseminasi communique ini, rekomendasi tersebut dapat diterima oleh pengambil kebijakan di Indonesia,” kata Michael.

    NAUFAL RIDHWAN ALY 

    Baca: Sandiaga Kirim Delegasi RI untuk Promosi Wisata ke Amerika

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rapor 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Amin, Beda Lembaga Beda Pula Hasilnya

    Pada 20 Oktober 2021, masa kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tepat 2 tahun. Ada sejumlah lembaga mencatat ketidaksesuaian realisasi dengan janji kampanye.