Gerindra: Prabowo Bawa Teknologi Kapal Perang Inggris, Cina Akan Gemetar

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad seusai penyuntikan sel dendritik di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, 22 April 2021. TEMPO/Putri

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membawa pulang teknologi kapal perang canggih jenis fregat tipe Arrowhead dari Inggris. Menurut Dasco, teknologi ini sekaligus menjawab ancaman kapal perang Cina di Laut Natuna Utara.

"Yakinlah Angkatan Laut Cina akan gemetar melihat fregat tipe Arrowhead 140 berpatroli di lautan Indonesia dan akan berpikir dua kali untuk wara-wiri di lautan Natuna lagi," kata Dasco dalam keterangannya, Sabtu, 18 September 2021.

Dasco mengatakan, fregat adalah jenis kapal perang ringan dengan kecepatan tinggi dan kemampuan manuver yang dilengkapi teknologi militer canggih terkini. Ia menyebut fregat buatan Inggris ini adalah kapal perang ringan tercanggih yang ada sekarang.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini mengatakan, Arrowhead 140 dipersenjatai rudal-rudal antipesawat, serta torpedo antikapal selam yang membuatnya mampu memberikan pertahanan terhadap ancaman udara dan laut.

Kapal itu, lanjutnya, juga punya kemampuan menjadi kapal induk mini bagi angkatan laut. Baik untuk misi antar-jemput personel maupun misi penyelamatan atau search and rescue.

Dia mengimbuhkan, Prabowo dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris telah meneken kesepakatan alih teknologi fregat kepada PT PAL, produsen kapal laut Indonesia. "Untuk bisa memproduksi ratusan bahkan ribuan fregat canggih ini," ujar Dasco.

Indonesia dan Inggris sebelumnya menandatangani kerja sama pembuatan kapal perang jenis fregat. Penandatanganan perjanjian kerja sama itu disaksikan Prabowo dan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace pada Kamis lalu, 16 September 2021, di London.

Sejumlah kapal perang asal Cina diduga berlayar di Laut Natuna Utara. Sejumlah nelayan mengaku berpapasan dengan enam kapal perang tersebut pada Senin, 13 September 2021.

Ketua Aliansi Nelayan Natuna, Hendri, mengatakan anggotanya merekam video keberadaan kapal-kapal perang Cina itu ketika melaut pada pukul 09.00 pagi.

Salah satu kapal yang dapat diidentifikasi adalah destroyer Kunming-172. Para nelayan merekam peristiwa itu dari koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur yang masuk Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia. "Anggota kami berada sekitar 1 mil dari kapal itu," kata dia ketika dihubungi, Sabtu, 18 September 2021.

Hendri mengatakan kedatangan kapal itu membuat nelayan khawatir. Terlebih dengan adanya eskalasi di kawasan perairan tersebut. "Kami cukup khawatir kalau terjadi apa-apa, kami mencari ikan hampir setiap hari di sana," kata dia.

BUDIARTI UTAMI PUTRI | ROSSENO AJI

Baca:
Prabowo ke London, RI Dapat Lisensi Kapal Perang Canggih dari Inggris






1 Februari Diperingati Sebagai Hari Hijab Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapannya

6 jam lalu

1 Februari Diperingati Sebagai Hari Hijab Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapannya

Hari Hijab Sedunia mendorong agar wanita dari berbagai negara dan kepercayaan untuk mencoba mengenakan hijab dan mengerti bagaimana rasanya.


Menteri Ekspor Inggris Kunjungi Indonesia, Dukung Pendanaan MRT Jakarta Rp 20 T

12 jam lalu

Menteri Ekspor Inggris Kunjungi Indonesia, Dukung Pendanaan MRT Jakarta Rp 20 T

Menteri Ekspor Inggris Andrew Bowie mengunjungi Jakarta, salah satu agendanya adalah tindak lanjut pengembangan perkeretaapian.


Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

14 jam lalu

Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

Rencana Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi yang ingin terjun ke dunia politik menuai beragam respons dari banyak parpol. Siapa siap tampung?


Amerika Serikat dan India Kerja Sama Senjata hingga AI untuk Tandingi Cina

16 jam lalu

Amerika Serikat dan India Kerja Sama Senjata hingga AI untuk Tandingi Cina

Washington meluncurkan kemitraan Amerika Serikat dengan India di bidang teknologi dan pertahanan untuk menandingi pengaruh Cina.


Korea Selatan Pertimbangkan Cabut Pembatasan Visa untuk Pelancong Cina

17 jam lalu

Korea Selatan Pertimbangkan Cabut Pembatasan Visa untuk Pelancong Cina

Korea Selatan telah menangguhkan pemberian visa jangka pendek kepada pengunjung Cina sejak awal Januari.


Jakpro Terseret Kasus Dugaan Korupsi Bayar Pajak Tanah, Politikus Gerindra: Lucu, BPHTB Aja Bermasalah

19 jam lalu

Jakpro Terseret Kasus Dugaan Korupsi Bayar Pajak Tanah, Politikus Gerindra: Lucu, BPHTB Aja Bermasalah

PT Jakarta Propertindo atau Jakpro tengah terseret kasus dugaan korupsi pembayaran pajak tanah. Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra merespons.


PKB Sebut Maret Jadi Batas Waktu Penentuan Capres-Cawapres Koalisi KIR

20 jam lalu

PKB Sebut Maret Jadi Batas Waktu Penentuan Capres-Cawapres Koalisi KIR

Jazilul Fawaid mengatakan PKB bersama Partai Gerindra punya limitasi untuk menentukan capres dan cawapres pada Maret 2023


Harga Minyak Dunia Masih Akan Melemah Hari Ini, Analis: Bisa Turun ke USD 73,8

20 jam lalu

Harga Minyak Dunia Masih Akan Melemah Hari Ini, Analis: Bisa Turun ke USD 73,8

Harga minyak dunia pada hari ini diperkirakan masih akan melemah di kisaran US$ 73,8 hingga US$ 79 per barel.


Ada Perjanjian Anies Baswedan dengan Prabowo, Gerindra: Bukan Konsumsi Publik

1 hari lalu

Ada Perjanjian Anies Baswedan dengan Prabowo, Gerindra: Bukan Konsumsi Publik

Politikus Gerindra Dasco membenarkan ada dokumen perjanjian antara Anies Baswedan dan Prabowo. Tapi ia menyebut bukan konsumsi publik.


Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

1 hari lalu

Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

Mogok Massal dipicu inflasi yang mencapai dua digit tahun lalu sehingga para guru menerima pemotongan gaji riil sebanyak 23% sejak 2010.