Memahami Asesmen Nasional yang Dilaksanakan September 2021

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengawas saat membagikan soal ujian kepada siswa-siswi saat mengikuti penilaian akhir sekolah di SD Negeri Kota Baru 3, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 8 Juni 2021. Ujian yang diikuti oleh kelas 4 dan 5 tersebut berlangsung hingga 12 Juni  2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pengawas saat membagikan soal ujian kepada siswa-siswi saat mengikuti penilaian akhir sekolah di SD Negeri Kota Baru 3, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 8 Juni 2021. Ujian yang diikuti oleh kelas 4 dan 5 tersebut berlangsung hingga 12 Juni 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan bahwa program Asesmen Nasional atau akan tetap dijalankan pada tahun ini. Ia mengatakan pelaksanaan AN di tengah pandemi Covid-19 semakin krusial.

    Nadiem mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah berlangsung selama 1,5 tahun. Namun hingga saat ini, pemerintah tak punya informasi sama sekali untuk bisa mengkuantifikasi dampak learning loss selama PJJ berlangsung. AN diharapkan dapat memberikan gambaran untuk memetakan masalah ini.

    Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Anindito Aditomo, menegaskan bahwa AN bertujuan untuk memantik perubahan. AN akan mendorong perubahan positif dalam cara guru mengajar, cara kepala sekolah memimpin pembelajaran di sekolahnya, dalam pengawasan sekolah, dan cara pemda melakukan evaluasi diri dan penganggaran, agar lebih berorientasi pada kualitas pembelajaran.

    Berdasarkan Direktorat Sekolah Menengah Pertama atau DITSMP dalam kanal resminya, ditsmp.kemendikbud.go.id, Asesmen merupakan salah satu proses penting dalam pendidikan yang berguna untuk menilai efektivitas pembelajaran dan ketercapaian kurikulum. Proses asesmen dilakukan untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan proses pembelajran.

    Kemendikbud sudah mengeluarkan kebijakan ini sejak 2020 lalu. AN dirancang untuk pengganti Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sekaligus penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan nasional.

    AN bertujuan untuk memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil melalui serangkaian tahapan. Selanjutnya, hasil dari AN tidak digunakan untuk merangking akreditasi sekolah, melainkan untuk perbaikan kualitas belajar di sekolah-sekolah yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan hasil belajar murid.

    Untuk AN 2021 akan dilaksanakan di seluruh sekolah, madrasah, dan program pendidikan kesetaraan. Untuk jenjang pendidikan menengah, siswa yang menjalani asesmen akan dipilih oleh Kemdikbudristek dengan jumlah maksimal 45 orang dan 5 orang cadangan. Sampel siswa yang mengikuti asesmen nasional ini akan dipilih secara acak, sedangkan guru dan kepala sekolahnya akan berpartisipasi.

    GERIN RIO PRANATA

    Baca juga: Mengenal Asesmen Nasional Pengganti UN di September 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.