Suharso Monoarfa Harap Indonesia Jadi Model Penyatuan Islam dan Demokrasi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suharso Monoarfa secara aklamasi terpilih sebagai ketua umum Partai Persatuan Pembangunan periode 2020-2025 dalam Muktamar IX PPP, Sabtu malam, 19 Desember 2020. Foto: Istimewa.

    Suharso Monoarfa secara aklamasi terpilih sebagai ketua umum Partai Persatuan Pembangunan periode 2020-2025 dalam Muktamar IX PPP, Sabtu malam, 19 Desember 2020. Foto: Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa, mengatakan bahwa partainya siap ambil bagian dalam upaya Indonesia mencapai cita-cita kebangsaan, untuk Indonesia Emas di 2024. Salah satu cita-cita itu adalah menyandingkan Islam dengan Demokrasi.

    "Selama ini Islam dipandang tidak sejalan, incompatible dengan demokrasi. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, harusnya kita bisa menjadi model yang penting," kata Suharso dalam Pidato Kebangsaannya, di acara 50 Tahun CSIS, yang disiarkan secara daring, Jumat, 20 Agustus 2021.

    Suharso juga mengatakan cita-cita lainnya adalah menjadikan Islam Rahmatan Lil Alamin sebagai basis Indonesia yang Rahmatan Lil Alamin. Ia menyebut Pancasila tetap harus dijaga sebagai dasar negara.

    Selain itu, PPP juga mendorong agar demokrasi dan kesejahteraan bisa berjalan bersamaan di Indonesia. Keyakinan bahwa negara yang bisa berdemokrasi hanyalah negara dengan income per kapita yang tinggi saja, harus dihapus.

    "Indonesia patut jadi model untuk melengkapi dan bahkan membuktikan bahwa untuk mencapai income per kapita yang tinggi itu, demokrasi adalah pilihan jalan yang paling tepat," kata Suharso.

    Selain itu, Indonesia juga harus bisa menyandingkan kebebasan dan stabilitas. Keduanya selama ini disebut bertolak belakang. Suharso mengatakan Indonesia harus bisa jadi satu proyek percontohan bahwa kebebasan dan stabilitas bisa saling bersisian, selayaknya dua sisi mata uang demokrasi.

    Untuk mencapai cita-cita itu, Suharso mengatakan PPP memiliki ajaran sendiri. Mereka menyebutnya dengan merawat persatuan dengan pembangunan. Ia meyakini persatuan dan pembangunan tak bisa hanya sekali untuk selamanya (once for all), melainkan harus dilakukan terus menerus.

    Terlebih di tengah pandemi Covid-19, Suharso mengatakan persatuan dan pembangunan berhadapan dengan tantangan dan ancaman yang serius. Merawat persatuan menjadi pekerjaan rumah besar Indonesia sebagai bangsa.

    "PPP berpandangan bahwa merawat persatuan hanya bisa dilakukan dengan terus melanjutkan dan meningkatkan pembangunan. Pembangunan akan membuat kita mencapai masyarakat adil, makmur, setara, dan berkeadilan. Dan yang penting, hak-hak segenap rakyat terpenuhi sebagai hasil dari pembangunan. Maka pembangunan adalah pondasi kokoh untuk persatuan," kata Suharso.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.