Penerima Tanda Jasa: Artidjo, Eks Menteri Era Gus Dur hingga Eurico Gueterres

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa Artidjo Alkostar meninggal pada Ahad, 28 Februari 2021 sekitar pukul 14.00 WIB. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Artidjo menderita penyakit jantung dan paru-paru. ANTARA

    Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa Artidjo Alkostar meninggal pada Ahad, 28 Februari 2021 sekitar pukul 14.00 WIB. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Artidjo menderita penyakit jantung dan paru-paru. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa, kepada sejumlah mantan pejabat negara, ilmuan, seorang WNA, dan tenaga kesehatan. Di antaranya Artidjo Alkostar hingga Eurico Gueterres.

    "Menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa pada mereka yang nama, jabatan, dan profesinya tersebut dalam lampiran ini, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya," ujar Sekretaris Militer Presiden dan selaku Sekretaris Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, Marsekal Madya M Toni Harjono, saat membacakan keputusan, Kamis 12 Agustus 2021.

    Penganugerahan tersebut diberikan kepada perwakilan keluarga maupun secara langsung kepada masing-masing penerima bintang jasa oleh Presiden Jokowi yang disaksikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.

    Tanda kehormatan tersebut diberikan kepada para mantan pejabat negara, pengusaha, ilmuwan, warga negara asing (WNA), dan para tenaga kesehatan yang gugur saat menangani COVID -19 berdasarkan Keputusan Presiden No 76, 77, 78/TK/TH Tahun 2021 tertanggal 4 Agustus 2021.

    Total ada 355 penerima bintang jasa yang dihadiri oleh 13 perwakilan penerima tanda kehormatan.

    Adapun para penerima penghargaan itu adalah

    1. Alm Artidjo Alkostar. Ketua Kamar Pidana MA, periode 2009-2018

    2. Alm I Gede Ardika Menteri Kebudayaan dan Pariwisata 2000-2004 di masa pemerintahan Gus Dur
    yang masing-masing dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana

    3. Antonius Sujata Ketua Komisi Ombudsman Nasional Indonesia periode 2000-2011 yang dianugerahi Bintang Mahaputera Utama

    4. Jacobus Busono, pemilik pendiri dan chairman Pura Group

    5. Maradaman Harahap anggota KY Indonesia periode 2015-2020
    masing -masing dianugerahi Bintang Mahaputera Nararya

    6. Raden Tumenggung Kusumokesowo, seniman dan pemelihara budaya Jawa, dianugerahi Bintang Budaya Parama Dharma

    7. Alm Rusdi Sufi, Akademisi dan pemeliharaan warisan sejarah serta budaya Aceh

    8. Goldammer, Johan George, Andreas, seorang Ilmuwan berkebangsaan Jerman dari Universitas Freiburg

    9. Ishadi Soetopo Kartosapoetro, Komisaris Trans Media

    10. Eurico Gueterres, Ketua Umum Uni Timor Aswain (UNTAS) dan Ketua Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur.
    masing-masing dianugerahi Bintang Jasa Utama

    11. Alm. Dr Adnan Ibrahim, Dokter Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar

    12. Almh. Ngadiah, Perawat di RS Hoesin Palembang
    mewakili 256 penerima lainnya, masing-masing dianugerahi tanda kehormatan Bintang Jasa Pratama. Mereka adalah tenaga medis dan tenaga kesehatan yang gugur dalam menangani Covid-19.

    13. Alm Soehendro, Kepala Bidang Surveilans Epidemiologi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya
    mewakili 66 penerima lainnya masing-masing dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya. Mereka juga adalah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang meninggal saat menangani pandemi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.