Secapa TNI AD: Dulu Klaster Covid-19, Kini Nol Kasus

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang utama Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Sebanyak 1.262 kasus positif COVID-19 telah ditemukan yang terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih. TEMPO/Prima mulia

    Gerbang utama Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Sebanyak 1.262 kasus positif COVID-19 telah ditemukan yang terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Tepat setahun yang lalu, Sekolah Calon Perwira atau Secapa TNI AD menjadi pusat perhatian masyarakat. Lembaga pendidikan militer ini menjadi klaster penularan Covid-19 terbesar di Bandung, Jawa Barat.

    Sebanyak 1.268 orang di lingkungan Secapa AD, yang terdiri dari 983 calon perwira dan 285 orang organik terpapar virus corona. Meski sebagian besar merupakan orang tanpa gejala (OTG) dan hanya 17 kasus yang mendapat perawatan di rumah sakit, Kompleks Secapa ditetapkan sebagai zona merah dan diawasi ketat oleh unsur Kodam III/Siliwangi.

    Komandan Secapa AD Mayor Jenderal Ferry Zein mengaku ada dampak sosial yang dialami lembaganya akibat peristiwa tersebut. “Ada stigma oleh masyarakat bahwa Secapa identik dengan penyebar corona atau orang-orang yang perlu diwaspadai,” katanya dalam Forum Jurnalis Pendidikan, Senin, 5 Juli 2021.

    Setelah kejadian itu, Ferry mengatakan kegiatan belajar mengajar terus berjalan dan dilakukan secara virtual, dengan tetap berada di lingkungan Secapa AD. Sebab, pendidikan bagi prajurit TNI AD merupakan hal yang penting. “Karena pendidikan pilar utama pembentukan sumber daya manusia, baik perwira, bintara, tamtama yang profesional,” ujar Ferry.

    Sebelum pelaksanaan operasional pendidikan, Ferry mengungkapkan sejumlah upaya dilakukan lembaganya dalam menjamin kesehatan calon perwira maupun tenaga pendidik. Salah satunya dengan penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas pendidikan, menyiapkan barak, ruang kelas, ruang makan, dan tempat lainnya dengan mengatur sesuai protokol kesehatan. Kemudian menyiapkan tempat cuci tangan dan fasilitas kesehatan.

    Untuk tenaga pendidik dan kependidikan, Secapa AD menyelenggarakan penataran, uji kompetensi, dan penyamaan persepsi materi pelajaran guna memberikan pemahaman dan pendalaman materi yang akan diajarkan.

    Selama pelaksanaan pendidikan, peserta didik akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan berupa rapid test ketika masuk Secapa AD, pengecekan suhu pada pagi dan malam hari. Bagi peserta didik yang terpapar Covid-19 tanpa gejala akan ditempatkan di barak isolasi dan mengikuti pelajaran secara virtual. Sedangkan bagi yang bergejala akan dievakuasi ke RS Darurat Covid-19 Secapa AD.

    Tenaga pendidik juga diwajibkan menggunakan masker, face shield, membawa hand sanitizer, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengajar. Pada saat jam istirahat kegiatan belajar tatap muka, para tenaga pendidik wajib berjemur dan menghirup udara di luar ruang kelas. Tenaga pendidik juga harus selalu menekankan penerapan protokol kesehatan serta mengawasi pelaksanaannya selama kegiatan belajar mengajar.

     Infografik Panduan Belajar Secapa AD (Friski Riana)

    Setelah pelaksanaan operasional pendidikan, Ferry mengatakan pihaknya juga rutin mengadakan evaluasi kesehatan setiap dua pekan. Jika dalam evaluasi ditemukan satu atau beberapa program menimbulkan penularan, maka akan dilakukan perubahan pada pelaksanaan program. 

    Dengan persiapan yang sudah matang, bukan berarti Secapa AD terbebas dari potensi penularan Covid-19. Ferry mengatakan, dalam hasil evaluasi pada awal tahun ini, kegiatan renang militer dan lari bersama sambil menyanyi berdampak pada tingginya penularan di Secapa AD. “Ternyata besok-besoknya pada demam, sakit, positif. Nah, kami hentikan dulu dan evaluasi. Ternyata ini salah satu sumbernya,” kata dia.

     Jumlah Kasus Covid-19 di Secapa AD (Friski Riana)

    Pada pelaksanaan program berikutnya, Ferry mengurangi jumlah peserta didik dalam satu kelompok, melarang berlari sambil menyanyi serta meludah di sembarang tempat. Hasilnya, pembatasan itu berhasil menurunkan kasus infeksi secara signifikan pada Maret 2021, dan nol kasus sejak April hingga sekarang. Apalagi, para calon perwira juga telah divaksin.

    Menurut Ferry, dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan Secapa AD yang terbatas juga menjadi tantangan tersendiri dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Jumlah peserta didik yang mencapai seribuan tidak sebanding dengan kondisi fasilitas, sehingga penerapan protokol kesehatan pun diakuinya belum sempurna.

    Meski demikian, upaya-upaya Secapa TNI AD terbukti berhasil menghentikan penularan kasus Covid-19 dan tetap dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar. Ferry pun berharap sikap para prajurit yang berdedikasi tinggi, konsisten, dan komitmen menjaga protokol kesehatan dengan baik dapat menjadi contoh pelaksanaan tatap muka di lembaga pendidikan sipil.

    Baca juga: Andika Perkasa Sebut TNI AD Bantu Pemerintah Provinsi Tangani Pasien Covid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.