69 Tahanan Kasus Terorisme di Makassar dan Papua Dibawa ke Jakarta

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Densus 88 menggiring tersangka kasus terorisme di Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, Lampung, Rabu, 16 Desember 2020. Di antara puluhan tersangka terorisme itu terdapat seorang tersangka yang diduga menjadi koordinator kasus Bom Bali 1. ANTARA/Ardiansyah

    Petugas Densus 88 menggiring tersangka kasus terorisme di Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, Lampung, Rabu, 16 Desember 2020. Di antara puluhan tersangka terorisme itu terdapat seorang tersangka yang diduga menjadi koordinator kasus Bom Bali 1. ANTARA/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 69 tahanan kasus terorisme dipindahkan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri ke Jakarta. Puluhan tahanan kasus terorisme itu adalah hasil penangkapan di wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan mengatakan, dari 69 orang, 58 di antaranya merupakan jaringan Villa Mutiara di Makassar. 

    "Kemudian, 11 orang teroris jaringan yang sama (Villa Mutiara), namun melarikan diri ke Marauke," ujar Ramadhan melalui keterangan tertulis pada Jumat, 2 Juli 2021.

    Ramadhan mengatakan, pemindahan tahanan ke Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka kini telah ditahan di Rumah Tahanan Teroris di Cikeas, Jawa Barat.

    “Pelaksanaan  pemindahan tahanan berlangsung aman terkendali, semua tahanan ditempatkan di Rutan Khusus Tahanan Tindak pidana Terorisme dengan kawalan ketat dari  Densus 88 Antiteror Polri,” kata Ramadhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.