Kepala BKN Penuhi Pemeriksaan Komnas HAM Soal TWK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKN Bima Haria Wibisana (tengah) meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. ANTARA

    Kepala BKN Bima Haria Wibisana (tengah) meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana memenuhi panggilan Komnas HAM soal laporan sejumlah pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK), pada Selasa, 22 Juni 2021.

    Dari pantauan Tempo, Bima masuk lewat gerbang belakang Komnas HAM sekitar pukul 12.40 WIB. Diantarkan mobil sedan, ia turun di bagian belakang gedung. Ia nampak mengenakan pakaian batik panjang dan didampingi sejumlah orang. Meski begitu, Bima enggan berkomentar apapun saat tiba di sana.

    Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, ada tiga hal yang bakal ditanyakan kepada Bima.

    "Satu, proses dan keterlibatan BKN dalam TWK KPK. Dua, substansi dan metode serta alat ukur yang digunakan, dan ketiga adalah tentang landasan hukum atau kebijakan yang dipakai," kata Beka.

    Sebelumnya, 75 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan mengadu ke Komnas HAM pada 24 Mei 2021. Dalam aduannya tersebut, mereka melampirkan laporan yang berisikan delapan hal yang dinilai sebagai bentuk dugaan pelanggaran HAM.

    Menindaklanjuti aduan tersebut, Komnas HAM kemudian mengagendakan sejumlah pemeriksaan. Mulai dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, pimpinan BKN, hingga beberapa saksi ahli.

    Baca juga: Soal Hasil TWK, KPK dan BKN Lukai Prinsip Keterbukaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.