Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ratusan Warga Hadiri Halalbihalal Rempang, Terus Suarakan Tolak Relokasi

image-gnews
Warga memasang spanduk tolak relokasi di acara halal bi halal di Rempang, Rabu 8 Mei 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Warga memasang spanduk tolak relokasi di acara halal bi halal di Rempang, Rabu 8 Mei 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Iklan

TEMPO.CO, Batam - Ratusan warga Rempang-Galang menghadiri acara halalbihalal di Kampung Pasir Panjang, Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu, 8 Mei 2024. Selain ajang silaturahmi, momen ini menunjukkan sikap warga yang masih menolak relokasi sampai saat ini.

Acara dimulai dengan tradisi Melayu, yaitu berkompang, tabur beras kuning, berarak, silat hingga doa bersama. Terlihat warga mengenakan baju adat Melayu, lengkap dengan tanjak. Tampak juga disekitar lokasi acara terpampang spanduk bertulisakan pernyataan tolak relokasi.

Salah seorang tokoh masyarakat Ishak atau yang akrab disapa Shaka mengatakan acara halalbihalal ini merupakan ajang silaturahmi untuk mempersatukan warga Rempang secara keseluruhan yang terdapat di 16 kampung tua di Rempang. "Khususnya silaturahmi untuk masyarakat terdampak (PSN Rempang Eco-city) agar perjuangan terus berlanjut, sampai hasil memuaskan," kata dia.

Shaka berharap pemerintah harus memberikan legalitas tanah adat masyarakat Rempang. "Kondisi warga sekarang masih abu-abu, artinya tidak ada kepastian hukum belum di dapatkan warga Rempang, kita minta pemerintah mendengarkan masyarakat bahwa kami tetap menolak relokasi," kata dia.

Rayuan relokasi

Sampai saat ini, menurut Shaka, warga Rempang masih dirayu untuk mendaftarkan rumah relokasi. Rayuan tidak lagi mengintimidasi, tetapi menggunakan cara halus dengan memasang pihak tertentu untuk provokasi masyarakat agar pindah.

"Oknum itu termasuk orang yang sudah menerima relokasi, juga ikut mempengaruhi masyarakat yang masih menolak relokasi," kata Shaka.

Shaka mengatakan hal itu memang teknik dari BP Batam untuk merayu warga, tetapi upaya itu membuat masyarakat Rempang terpecah belah. "Menurut (pemerintah) itu baik, tetapi menurut akar rumput itu cara memecah belah, karena yang menerima dan menolak sejatinya punya hubungan keluarga semua," ujarnya.

Menurut Shaka, kalau pemerintah ingin komunikasi dengan warga, silkan turun saja langsung dan musyawarah dengan masyarakat. "Karena menggunakan alat ini tidak fair menurut kita, seakan-akan kita diadu domba, cara ini lebih sadis daripada berhadapan langsung dengan warga," kata dia.

Begitu juga yang dikatakan Miswadi, warga Rempang lainnya. Menurut dia, pihak yang mendekati warga itu digunakan untuk memprovokasi orang dekat menerima relokasi dengan iming-iming tertentu. "Yang pengaruhi kita itu orang yang sudah relokasi," kata dia. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Walhi minta warga tetap kompak

Acara halalbihalal ini juga dihadiri Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Divisi Perlindungan dan Pengembangan Wilayah Kelola Rakyat, Uslaini. Ia mengatakan, cara rayuan seperti itu banyak digunakan oleh pemerintah untuk bisa mendapatkan tanah yang diincar.

"Ini yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, bagaimanapun masyarakat harus tetap saling menjaga kepercayaan dan selalu kompak, seringkali cara adu domba ini digunakan pengusaha untuk menyasar orang yang lemah secara ekonomi," kata Uslaini. 

Perempuan yang akrab disapa Caus berharap masyarakat bisa saling mendukung secara sosial dan ekonomi. "Masyarakat harus lebih kuat secara ekonomi maupun pengetahuan agar mereka tidak terjebak bujuk rayu pemerintah," kata dia.

Pada akhir acara halalbihalal warga juga menyampaikan pernyataan menolak relokasi bersama-sama. 

Progres PSN Rempang Eco-city

Dalam keterangan pers BP Batam pada Jumat, 19 April 2024, progres pembangunan PSN Rempang Eco-city saat ini yaitu penyelesaian empat rumah contoh relokasi yang berada di Tanjung Banon.  Selain selesai dibangun secara fisik. Sekarang ini BP Batam mempercepat agar air dan listrik masuk empat rumah tersebut.

“Saat ini, tim juga masih terus melakukan pembersihan dan merapikan beberapa material bangunan yang telah terpasang,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait.

Pilihan Editor: Vonis Hakim Terhadap 34 Peserta Aksi Bela Rempang Disambut Tangisan Histeris

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Hutama Karya: PSN Bendungan hingga Jalan Tol Ditargetkan Rampung hingga Akhir 2024

4 hari lalu

Setelah empat bulan gratis, Hutama Karya dan Humawas akan menetapkan tarif Jalan Tol Tebingtinggi- Indrapura-Limapuluh. Foto: Istimewa
Hutama Karya: PSN Bendungan hingga Jalan Tol Ditargetkan Rampung hingga Akhir 2024

Untuk memastikan proyek-proyek tersebut rampung tepat waktu, Hutama Karya melakukan sejumlah strategi percepatan.


Kepala BP Batam Sebut Rumah Relokasi Rempang Eco City Selesai Agustus

8 hari lalu

Kepala BP Batam Muhammad Rudi menyampaikan rencana lanjutan pengembangan investasi Rempang Eco-city di Hotel Swissbel Batam, Senin 18 Desember 2023. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Kepala BP Batam Sebut Rumah Relokasi Rempang Eco City Selesai Agustus

Kepala BP Batam Muhammad Rudi menargetkan rumah relokasi tahap pertama PSN Rempang Eco City rampung beberapa bulan ke depan


Dianggap Tak Terbuka Soal Data Warga Menerima Relokasi Rempang, Ini Kata Kepala BP Batam

10 hari lalu

Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam Muhammad Rudi saat diwawancarai awak media, Kamis, 30 Mei 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Dianggap Tak Terbuka Soal Data Warga Menerima Relokasi Rempang, Ini Kata Kepala BP Batam

Kepala BP Batam Muhammad Rudi menanggapi temuan Ombudsman RI soal konflik PSN Rempang Eco-City.


Ombudsman Sebut Warga Takut Lapor Dugaan Proyek Strategis Nasional PIK 2 Caplok Tanah

12 hari lalu

Persawahan di Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang yang telah diuruk untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Jumat, 10 Mei 2024. Foto: TEMPO/Ayu Cipta
Ombudsman Sebut Warga Takut Lapor Dugaan Proyek Strategis Nasional PIK 2 Caplok Tanah

"Kami mulai merasakan ada ketakutan warga," kata Kepala Ombusman Banten soal dugaan pencaplokan lahan oleh PIK 2


Terpopuler: Menpan RB Simulasikan Kepindahan ASN ke IKN, Aceh Izinkan Cina Bangun Pabrik Semen

16 hari lalu

Ilustrasi ASN (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom)
Terpopuler: Menpan RB Simulasikan Kepindahan ASN ke IKN, Aceh Izinkan Cina Bangun Pabrik Semen

Menpan RB Abdullah Azwar Anas mengatakan telah melakukan beberapa skenario pemindahan ASN ke Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.


Terkini Bisnis: BPKN Tolak Usulan Tiket Garuda Indonesia Naik, Penyebab Kebakaran Kilang Balikpapan Belum Diketahui

18 hari lalu

Pesawat Garuda Indonesia dengan corak Pocari Sweat merupakan bagian dari kampanye Sweat to Discover yang diluncurkan Kamis, 2 Februari 2024. Kampanye ini bertujuan mengembangkan sport tourism di Indonesia. (Tempo.co/Mila Novita)
Terkini Bisnis: BPKN Tolak Usulan Tiket Garuda Indonesia Naik, Penyebab Kebakaran Kilang Balikpapan Belum Diketahui

Ketua BPKN Mufti Mubarok mengatakan biaya operasional Garuda Indonesia mahal adalah alasan klasik untuk menaikkan harga tiket pesawat.


BP Batam Akan Beri Santunan dan Relokasi bagi Warga Terdampak Rempang Eco City, Begini Rinciannya

18 hari lalu

Plang pengumuman proyek pembangunan rumah contoh warga terdampak PSN Rempang Eco-city dilokasi relokasi, Rabu, 10 Januari 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
BP Batam Akan Beri Santunan dan Relokasi bagi Warga Terdampak Rempang Eco City, Begini Rinciannya

Warga terdampak proyek Rempang Eco City akan diberikan biaya sewa rumah di hunian sementara sebesar Rp1,2 juta per bulan untuk setiap keluarga.


World Water Forum Ke-10 Sepakati Pendanaan Sektor Air di IKN dan PSN Banten

19 hari lalu

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan sambutan saat upacara penutupan World Water Forum ke-10 2024 di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat 24 Mei 2024. ANTARA FOTO/Media Center World Water Forum 2024/Bayu Pratama
World Water Forum Ke-10 Sepakati Pendanaan Sektor Air di IKN dan PSN Banten

World Water Forum ke-10 menghasilkan kesepakatan pendanaan bagi dua proyek infrastruktur yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian-Serpong, Banten dan Net-Zero Water Supply Infrastructure Project di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara


Ombudsman RI Minta Status PSN Rempang Eco-city Dievaluasi karena Mayoritas Warga Menolak

20 hari lalu

Pimpinan Ombudsman RI Johanes Widjiantoro saat memberikan keterangan pers tentang proyek Rempang Eco-city di kantor Ombudsman perwakilan Kepri, Rabu (22/5/2024). TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Ombudsman RI Minta Status PSN Rempang Eco-city Dievaluasi karena Mayoritas Warga Menolak

Ombudsman RI minta pemerintah evaluasi status proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco-city dievaluasi karena mayoritas warga terbukti menolak.


Cerita Warga Pantura Tangerang Pindah ke Kampung Relokasi Setelah Tergusur Pengembangan Kawasan PIK 2

21 hari lalu

 Suasana kompleks perkampungan relokasi warga tergusur PIK 2 di kampung Tanjungan, Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Tempo/ Joniansyah Hardjono
Cerita Warga Pantura Tangerang Pindah ke Kampung Relokasi Setelah Tergusur Pengembangan Kawasan PIK 2

Samid pindah ke kampung baru di Tangerang karena rumah lamanya tergusur pengembangan kawasan Pantai Indah Kosambi atau PIK 2.