Penyidik KPK yang Diduga akan Dipecat Tangani Kasus Korupsi Kakap

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa koper berisi berkas usai melakukan penggeledahan pada kantor CV Bahtera Assa dan CV Abhinaya Putra Abadi di Jalan Boulevard Raya, Grand Galaxy Blok RRG 2 No 55, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 18 Februari 2021. Kantor yang diduga milik Ihsan Yunus anggota DPR RI Fraksi PDIP tersebut digeledah selama kurang lebih lima jam oleh belasan penyidik KPK, penggeledahan tersebut terkait dugaan kasus suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa koper berisi berkas usai melakukan penggeledahan pada kantor CV Bahtera Assa dan CV Abhinaya Putra Abadi di Jalan Boulevard Raya, Grand Galaxy Blok RRG 2 No 55, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 18 Februari 2021. Kantor yang diduga milik Ihsan Yunus anggota DPR RI Fraksi PDIP tersebut digeledah selama kurang lebih lima jam oleh belasan penyidik KPK, penggeledahan tersebut terkait dugaan kasus suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan akan memecat 75 pegawainya, termasuk penyidik KPK. Pemecatan ini merupakan buntut tes wawasan kebangsaan yang digelar lembaga tersebut. Tes ini merupakan bagian dari alih status pegawai KPK menjadi ASN yang diatur dalam Undang-undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK)

    Beberapa sumber mengatakan mayoritas yang dipecat adalah penyidik senior di lembaga antikorupsi tersebut. Salah satunya adalah Novel Baswedan. "Iya benar, saya mendengar info tersebut," katanya lewat pesan teks pada Senin, 3 Mei 2021. Ia menduga tes itu sesungguhnya menjadi bagian dari upaya menyingkirkan pegawai independen, di antaranya penyidik dan penyelidik yang diangkat oleh KPK. 

    Tes wawasan kebangsaan para pegawai KPK itu berlangsung sejak Maret hingga 9 April lalu. Tes ini merupakan konsekuensi dari revisi Undang-Undang KPK pada 2019. Hasil revisi itu mengharuskan seluruh pegawai KPK beralih status menjadi ASN. Selain itu, KPK dimasukkan dalam rumpun eksekutif. 

    Seperti dikutip dari Koran Tempo edisi 4 Mei 2021, sumber lain mengatakan rata-rata penyidik yang dipecat pernah menjadi kepala satuan tugas dalam penanganan sejumlah perkara korupsi kakap di KPK.

    Perkara korupsi yang mereka tangani, antara lain, adalah kasus suap terhadap anggota Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan yang menyeret Harun Masiku, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sekarang masih buron. 

    Lalu kasus suap bantuan sosial dalam penanganan Covid-19. Perkara ini menyeret Menteri Sosial dari PDIP Juliari Peter Batubara. Dua politikus PDIP, yakni Herman Hery dan Ihsan Yunus, juga terseret dalam kasus ini. 

    Bagaimana kejanggalan dari tes wawasan kebangsaan ini? dan bagaimana cerita di balik pemecatan penyidik KPK ini? Baca selengkapnya di Koran Tempo edisi Selasa, 4 Mei 2021.

    Baca juga: 4 Hal Seputar Tes Alih Status Pegawai KPK Menjadi PNS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.