Eks Ketua DPC PKB Sebut Yenny Wahid dan Yaqut Jadi Kandidat Pengganti Cak Imin

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Zannuba Arifah CH. R (Yenny Wahid) bersama Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk,Triawan Munaf memberikan keterangan usai melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020. Dalam pertemuan ini Garuda meminta KPK untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap tata kelola perusahaan termasuk profesionalisme dan akutanbilitas di PT Garuda Indonesia (Persero), demi mencegah terjadinya kembali kasus korupsi. TEMPO/Imam Sukamto

    Komisaris independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Zannuba Arifah CH. R (Yenny Wahid) bersama Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk,Triawan Munaf memberikan keterangan usai melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020. Dalam pertemuan ini Garuda meminta KPK untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap tata kelola perusahaan termasuk profesionalisme dan akutanbilitas di PT Garuda Indonesia (Persero), demi mencegah terjadinya kembali kasus korupsi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Ahmad Zamakhsyari mengatakan, beredarnya nama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid sebagai kandidat pengganti Muhaimin Iskandar merupakan aspirasi kader daerah.

    Ahmad menceritakan bahwa hal itu bermula dari kekecewaan kader daerah karena banyak pelanggaran terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai hasil Muktamar di Bali, penggantian DPC dan DPW yang sepenuhnya diambil alih DPP.

    "Dan riak-riak seperti itu mengarah kader-kader di bawah menginginkan Mbak Yenny dan Gus Yaqut untuk bisa tampil sebagai ketua umum atau sekjen," kata Ahmad kepada Tempo, Senin, 19 April 2021.

    Menurut Ahmad, aspirasi kader daerah juga merupakan keinginan dirinya sebagai mantan Ketua GP Ansor cabang Karawang. "Saya enggak kenal sama Gus Yaqut kan. Anggap lah semua itu hanya keinginan seorang kader Ansor lama kepada beliau-beliau yang hari ini duduk di pengurus pusat," ujarnya.

    Nama Yenny Wahid dan Yaqut sebelumnya digadang-gadang menjadi pengganti Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai ketua umum. Dalam pemberitaan Majalah Tempo edisi Senin, 19 April 2021, nama keduanya beredar di kalangan pengurus dan mantan pengurus PKB di daerah. Foto Yenny dan Yaqut juga terpampang dalam poster digital bertulisan "2021 saatnya PKB kembali ke Ciganjur".

    Namun Gus Yaqut membantah kabar ia bermanuver mendorong muktamar luar biasa. "Kok tiba-tiba dikesankan seolah-olah saya ada masalah atau sedang bermasalah. Enggak ada. PKB tuh kompak. Coba cek, PKB tuh solid," katanya usai menemui Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

    FRISKI RIANA

    Baca: Barisan Sakit Hati Menggugat, Gerakan Muktamar Luar Biasa PKB Menguat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.