Gabung KKB, Mabes TNI Pastikan Pratu Lukius Jadi DPO

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Achmad Riad saat memberikan keterangan pers, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 10 Maret 2021. ANTARA/Syaiful Hakim

    Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Achmad Riad saat memberikan keterangan pers, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 10 Maret 2021. ANTARA/Syaiful Hakim

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayor Jenderal Achmad Riad, mengatakan pihaknya akan mencari Pratu Lukius Y Matuan, prajurit TNI yang dikabarkan bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB), di Papua. Saat ini, Riad mengatakan Lukius sudah masuk daftar buronan.

    "Yang jelas proses ini pasti sudah ada akan dikejar dan sudah ada DPO istilahnya, dikeluarkan surat dari kodam sana, jadi akan dicari," ujar Riad saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 19 April 2021.

    Riad menegaskan bahwa di dalam aturan TNI, perbuatan Lukius bisa dikategikan sebagai desersi alias penginkaran tugas." Yang jelas aturan TNI sudah ada tentang desersi dan segala macam," kata dia.

    Lukius yang merupakan anggota Yonif Raider 400 , sebelumnya diketahui bergabung dengan KKB pimpinan Sabinus Waker yang beroperasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua. Ia ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021.

    "Lukius diperkirakan kabur sejak tanggal 12 Februari 2021 tanpa membawa senjata," ujar Asisten Operasi Kogabwilhan III Brigadir Jenderal TNI Suswatyo, Jumat malam 16 April 2021.

    Data yang dihimpun menyebutkan Pratu Lukius Matuan merupakan anggota Yonif 410 yang diperbantukan ke Raider 400 dan sama-sama berada di bawah Kodam 4/Diponegoro. Jejak digitalnya, ternyata diketahui banyak berteman dengan akun pro-KKB di Papua.

    Baca: Prajurit TNI Gabung KKB, ISESS: Bukan Kecolongan, Hanya Kalah Psy War


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.